Thursday, 6 May 2010

The Art of Losing

I heard this poem years ago, when I saw a movie, which is I forget what title it has. There is a scene when the main role reading this poem to an elder person she takes care of. This poem was written by Elizabeth Bishop, originally titled One Art.

By posting this poem in my blog, I do not mean to break copyright stuffs or something, but to share it with you, the beauty of losing. And as a reminder, that everything we loved in this world, when the time comes, will be taken away. What will remain, is the beauty of sharing the events with whom we love.

As a credit, I copy from another website. So.. enjoy the poem..

One Art,
by Elizabeth Bishop

The art of losing isn't hard to master;
so many things seem filled with the intent
to be lost that their loss is no disaster,

Lose something every day. Accept the fluster
of lost door keys, the hour badly spent.
The art of losing isn't hard to master.

Then practice losing farther, losing faster:
places, and names, and where it was you meant
to travel. None of these will bring disaster.

I lost my mother's watch. And look! my last, or
next-to-last, of three beloved houses went.
The art of losing isn't hard to master.

I lost two cities, lovely ones. And, vaster,
some realms I owned, two rivers, a continent.
I miss them, but it wasn't a disaster.

-- Even losing you (the joking voice, a gesture
I love) I shan't have lied. It's evident
the art of losing's not too hard to master
though it may look like (Write it!) a disaster.

Friday, 12 March 2010

Mengedit Berkas .pps (Power Point Slide Show)

Ini langkah-langkah untuk membuka berkas Power Point Slide Show agar bisa diedit menggunakan perangkat lunak Microsoft Power Point.

Asumsinya, langkah-langkah berikut ini dilakukan pada lingkungan sistem operasi Microsoft Windows XP. Saya belum pernah memasang dan menggunakan Microsoft Windows Vista, jadi mungkin ada beberapa langkah yang berbeda.

Thursday, 18 February 2010

Ketaksaan Kata-kata dalam Layanan Pesan Singkat (SMS)

Suatu kali, saya menerima kiriman pesan pendek (SMS) dari salah seorang teman saya. Isinya begini

gw abis jln2 trs bli skt gigi


Pertama kali membaca pesan pendek itu, saya terheran-heran, kok bisa-bisanya sakit gigi dibeli. Toko mana yang menjual sakit gigi?

Rupa-rupanya, pesan pendek yang dipendekkan bisa menimbulkan ketaksaan yang kadang-kadang bisa membingungkan. Anda pernah mengalami hal serupa?

Wednesday, 17 February 2010

Testing Google Mail Transliteration

This was written using GMail transliteration
بسمالله الرحمن الرحيم

Thursday, 10 December 2009

Bukan Jutawan

Aku ini bukan jutawan.
Aku tak punya banyak uang.

Yang aku punya hanya recehan.
Maka panggillah aku Recehwan.

Monday, 16 November 2009

Di balik Kabareskrim

Sadarkah anda, bahwa "Kepala Badan Reserse dan Kriminal", disingkat (atau lebih tepatnya diakronimkan) sebagai Kabareskrim, dalam bahasa Indonesia dapat dibaca sebagai tiga kata:

Kabar Es Krim

Friday, 13 November 2009

Sepenggal Hari

Alhamdulillah, seruan pujian hanya untuk Allah, pagi ini aku masih bisa menikmati satu lagi penggalan hari, dari bertahun-tahun waktu yang telah aku lalui dalam hidup.

Bismillah, dengan menyebut nama Allah, penggalan hari ini kuisi dengan cicilan amal yang kutabung, untuk mengisi pundi-pundi timbangan mizanku di hari akhir nanti.

Persembunyian RJ

Negeri cak Luri sedang heboh-hebohnya. Rakyat semakin tidak percaya kepada presidennya. Rakyat semakin tidak percaya kepada wakil-wakilnya di lembaga perwakilan rakyat (LPR). Bukan, bukan DPR. Sebab, di negeri cak Luri, DPR itu artinya Dewan Perampok Rakyat. Sungguh!

Belum lagi soal ketidakpercayaan rakyat terhadap para penegak hukum. Sebutlah kasus yang diduga menjatuhkan petinggi lembaga pemberantas korupsi (LPK). Sejak awal kasus bergulir, ada satu saksi kunci, RJ nama inisialnya, yang hilang entah ke mana. Masih cukup segar dalam ingatan cak Luri, betapa si RJ ini disembunyikan oleh penegak hukum, entah dengan alasan apa. Baru beberapa hari belakangan RJ dimunculkan di pengadilan, memberikan kesaksian.

Jangan-jangan, pikir cak Luri, RJ memberikan kesaksian di bawah ancaman.

Makin hancur saja negeri cak Luri.

Wednesday, 11 November 2009

Duhai Pahlawanku

Ketika
Pahlawan Reformasi lebih beken
daripada Pahlawan Nasional

Ketika
Pahlawan Reformasi lebih beken
daripada Pahlawan Revolusi

Maka Hari Pahlawan
Sepi
Tanpa ritual
Tanpa upacara

Bulan Mei
Lebih meriah
dengan ritual
dan upacara

Titik Energi Microsoft

..adalah terjemahan bebas dari Microsoft Power Point.

I kinda like that. Cool.

Friday, 6 November 2009

Langgan

Kata "langgan" itu dalam bahasa Indonesia termasuk kata baku atau tidak? Menurut situs KBBI Online, kata ini memang ada terdaftar di dalam KBBI. Jika entri kata "langgan" dimasukkan sebagai entri pencarian, maka hasil yang didapat adalah kata-kata berikut:
  • ber-lang-gan, verba, berjual beli secara tetap;
  • ber-lang-gan-an, verba, mengadakan jual beli secara tetap;
  • me-lang-gani, verba, berlangganan kepada seseorang;
  • lang-gan-an, nomina cak, pelanggan; berlangganan;
  • pe-lang-gan, nomina, orang yang membeli (menggunakan dsb) barang (surat kabar dsb) secara tetap
Dari daftar kata-kata tersebut, ternyata kata turunan "me-lang-gan" tidak tercantum. Demikian pula, jika dicermati, entri yang tercantum di dalam KBBI online adalah "me-lang-gani". Apakah ada kesalahan ketik sehingga akhiran "-i" tercantum sebagai bagian dari kata "me-lang-gan"? Ataukah sesungguhnya yang dimaksud memang benar kata "me-lang-gan-i"?

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini bisa dieksplorasi dengan mencoba menjaring (crawling) dokumen-dokumen teks berbahasa Indonesia yang tersebar di internet. Dengan sedikit bantuan Google, didapatkan beberapa tautan yang mencantumkan kata "melanggan" dalam berbagai konteks. Jika dilihat sekilas, kata "melanggan" tampaknya digunakan sebagai terjemahan dari bahasa Inggris "subscribe".

Hal yang menarik dari pengamatan sederhana ini adalah, apakah kita bisa melakukan justifikasi apakah sebuah kata itu baku atau tidak dengan menjaring dokumen-dokumen yang tersebar di internet? Permasalahannya salah satu di antaranya tentu saja adalah dokumen-dokumen tersebut belum tentu ditulis dengan mengikuti dan memperhatikan kaidah penulisan bahasa Indonesia baku. Jika kita menggunakan Google, hasil yang kita dapatkan akan cenderung subjektif karena semakin banyak dokumen yang ditulis dengan kaidah tidak baku, maka kita dapat mengambil kesimpulan yang tidak tepat.

Thursday, 5 November 2009

Negeri Para Bedebah

(dikutip dari situs Rakyat Merdeka)

oleh Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Tak Tahu Aku Harus ke Mana

Wahai Tuhanku, tak tahu aku harus ke mana. Aku mencoba memahami kekuasaanMu yang begitu luas. Aku mencoba memahami ilmu dan kebijaksanaanMu yang penuh dengan makna. Ampuni aku ya Rabb, jika aku memahami ilmuMu dengan pemahaman yang salah. Jangan panggil aku sebelum aku memahami kebenaranMu, ijinkan aku memahami cintaMu.

Kurasakan cinta dan sayangMu setiap hari, ketika kumulai hari-hariku di pagi hari setelah aku terlelap dari istirahat malamku. Kurasakan cinta dan sayangMu setiap saat, bahkan ketika aku terbaring melepas lelah di malam yang sunyi, ketika jiwaku berada dalam genggamanMu.

Aku mencoba memahami ilmuMu dengan memperhatikan kejadian-kejadian di seputar kehidupanku. Aku tak mengerti mengapa sebagian orang melaksanakan tuntunan suci utusanMu setengah hati. Mungkin kemampuan mereka yang terbatas membuatnya begitu, sama seperti diriku yang tidak terbebas dari rasa malas, rasa dengki, rasa tinggi hati.

Aku tak mengerti ketika utusanMu mengajarkan kesabaran, sebagian kami masih marah-marah. Aku tak mengerti ketika utusanMu mengajarkan untuk tidak mencela orang lain, sebagian kami masih mencibir kekurangan orang lain dengan sengit. Sesungguhnya mereka pun manusia yang sama denganku, makhluk-makhluk yang tak lepas dari ketidaksempurnaan.

Ampuni aku ya Allah, jika aku merasakan kemarahan dalam hatiku ketika mendapati sebagian hambaMu berlaku di luar ajaran dan tuntunanMu.

Lindungi aku ya Allah, dari rasa dengki dan tinggi hati. Sesungguhnya aku tak memiliki hak sedikitpun untuk merasa lebih baik atau lebih sempurna daripada orang-orang lain. Hanya Engkaulah yang berhak menyombongkan diri, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Maha Bijaksana.

Thursday, 29 October 2009

Pertanda

Entah kenapa, pada suatu hari cak Luri riang bukan kepalang. Bawaannya bercanda terus. Teman-teman di kantor dia berikan teka-teki yang membuat mereka tertawa. Teman-teman di ranah maya pun dia sapa dengan sapaan bercanda penuh tawa.

Cak Luri sendiri merasa aneh bukan kepalang. Bukan biasanya dia merasa keriangan seperti ini. Pasti ada apa-apanya, pikirnya dalam hati.

Entah ada hubungannya atau tidak, ketika cak Luri berhasil naik kereta api yang membawanya pulang ke rumah pada malam harinya, cak Luri baru menyadari bahwa telepon genggamnya yang ada di kantong celana hilang. Memang, sebelumnya dia sempat berlari-lari ke arah stasiun kereta api karena waktu kedatangan kereta sudah sangat dekat. Mungkin teleponnya terjatuh dari saku celana ketika cak Luri berlari, tambahan lagi pikirannya berkonsentrasi pada lalu lalangnya orang di jalanan pasar agar dia tidak menabrak orang lain.

Anehnya, menyadari telepon genggam kesayangannya hilang, cak Luri tak merasa kehilangan. Mungkin karena sudah seharian sejak pagi dia merasa riang bukan kepalang. Bercengkerama dengan rekan-rekan di kantor, juga dengan rekan-rekan ranah dunia maya membuat cak Luri bersyukur bukan kepalang.

Untung hanya telepon genggamnya yang hilang, bukan teman-temannya yang baik hati dan selalu menemaninya sepanjang perjalanan karirnya di kantor.

Sinetron Antah Berantah

Tersebutlah sebuah negeri, di mana sinetron tak bermutu terus diputar demi mengejar rating. Cerita yang seharusnya sudah berakhir dipaksakan berlanjut dengan pemunculan tokoh-tokoh baru, alur cerita yang dipaksakan dan tidak masuk akal. Apapun diupayakan agar iklan terus datang mengalir, mendatangkan rejeki bagi mereka yang terlibat di dalam produksi sinetron. Utamanya para artis yang entah dari mana datangnya, siapa riwayatnya, asal punya nama berbau-bau Western atau Indo, wajah cantik dan tampan, jadilah dia kecipratan rejeki iklan yang menumpang tingkat rating tinggi dari sinetron yang bersangkutan.

Mungkin kondisi yang sama terjadi pada kehidupan nyata negeri itu, ketika skenario tak masuk akal dan dipaksakan dibuat, untuk memangkas kekuasaan lembaga pamungkas yang punya potensi memangkas rejeki para koruptor tengik yang entah dari mana datangnya, siapa riwayatnya, asal punya kuasa dan dana, membungkam mulut para hakim dan polisi yang kelaparan karena gaji bulanan mereka tak cukup memberi makan anak istri.

Menulis kekesalan di blog pun terancam penangkapan, dengan alasan yang dicari-cari, dengan alasan mencemarkan nama baik.

Mau dibawa ke mana negeri itu?

Wednesday, 28 October 2009

Visitasi Asesor

Suatu kali, universitas tempat saya bekerja ikut dalam kompetisi untuk mendapatkan bantuan hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Yang memberikan hibah tidak lain dan tidak bukan adalah Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Diknas). Hibah ini ditujukan bagi program PKM yang melakukan kontribusi dengan tim mitra. Tim universitas kami tahun ini mengajukan proposal untuk membentuk sebuah portal e-commerce bagi rekan-rekan yang bergerak dalam bidang Usaha Mikro dan Kecil-Menengah (UMKM). Di dalam proposal, kami mengajukan salah satu institusi yang merupakan perwakilan bidang UMKM ini.

Kompetisi dilakukan melalui perjalanan panjang beberapa kali seleksi. Pada tahap akhir, seleksi dilakukan dengan kegiatan Visitasi, yaitu kunjungan dari seorang penilai yang ditugaskan oleh Dikti ke universitas kami. Pada hari yang telah ditentukan, tim mitra dan tim kami sendiri mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran bapak Asesor.

Sang penilai, disebut dengan jabatan Asesor, rupanya ditugaskan tidak hanya ke satu tempat saja. Pada hari yang telah ditentukan kami seluruh tim dari universitas telah mempersiapkan diri menunggu kehadiran bapak Asesor ini. Salah satu rekan saya, ditugaskan untuk menjemput bapak Asesor, karena beliau bukan orang asli Jakarta, jadi seluk beluk jalan menuju universitas kami tentu perlu dipandu.

Rencananya bapak Asesor hadir pukul dua siang hari. Maka tim penjemput, dua orang rekan saya, bersiap-siap berangkat ke tempat yang telah dijanjikan.

Pada pukul dua, kami belum mendapatkan kabar apa-apa, baik dari bapak Asesor maupun dari rekan kami. Maka kami pun mencoba menghubungi mereka. Rupanya, bapak Asesor terlambat tiba di Jakarta. Dan karena beliau harus melakukan penilaian, alias visitasi, ke tiga tempat berbeda, maka keterlambatannya hadir di tempat pertama membuat jadwal visitasi ke tempat kami pun menjadi tertunda. Ketika kami hubungi dua orang rekan yang bertugas menjemput, mereka mengabarkan bahwa mereka sedang beristirahat di masjid dekat lokasi penjemputan.

Setelah itu, ketua tim kami menghubungi perwakilan dari tim mitra. Ketua tim kami berkata, "Santai saja pak, asesornya masih di tempat lain, karena beliau tadi pagi datang terlambat."

Kemudian, ketua tim kami pun menambahkan, "Kalau bisa, bapak cari masjid saja pak."

Sejurus ada jeda dalam pembicaraan telpon pak ketua, sebelum kemudian beliau melanjutkan lagi, "Kalau sudah ketemu masjidnya, bapak istirahat saja dulu di sana. Nanti saya kabari lagi kalau asesornya sudah siap."

Wednesday, 14 October 2009

Hidangan Pekerjaan

Menyelesaikan pekerjaan adalah serupa dengan menikmati hidangan yang tersaji di meja makan. Lebih nikmat rasanya menghabiskan hidangan lezat sedikit demi sedikit, mencicipi setiap cita rasa yang dikandung oleh setiap jenis makanan yang tersedia.

Begitu pun dengan pekerjaan. Lebih nikmat rasanya menyelesaikan pekerjaan sedikit demi sedikit, sambil dinikmati cita rasa yang khas dari setiap tugas yang kita lakukan.

Sambil menikmati hidangan , kita bersyukur bahwa masih ada kesempatan bagi kita menikmati sekedar hidangan yang tidak seberapa. Masih banyak saudara-saudara kita yang karena berbagai macam sebab tidak bisa merasakan nikmatnya bekerja.

Monday, 17 August 2009

Merdekalah! Cintailah Bahasa Bangsamu!

Katakan "Indonesia Bersatu!"
Bukan "indonesia unite!"

Katakan "Perumahan"
Bukan "residence"

Katakan "Perumahan Pinggir Kali"
Bukan "river side residence"

Katakan "Pesta Es Krim"
Bukan "ice cream party"

Dirimu bukan orang Indonesia
Yang berjiwa sok ke-Inggris-inggris-an

Tunjukkan jati dirimu
Sebagai orang Indonesia

Tunjukkan jati dirimu
Sebagai orang merdeka

Kemerdekaan Sebuah Amplop

Cak Luri mangut-mangut kesal karena harus menunggu setidaknya tiga jam lagi. Dia kesal karena tak ada yang bisa dia lakukan. Membuang waktu cuma duduk-duduk saja membuatnya bosan. Ngobrol ngalor-ngidul dengan sesama rekan kerjanya juga tak menarik minatnya, sama-sama membuat bosan. Malas cak Luri mendengar obrolan itu-itu saja setiap kali nimbrung di acara tujuh belasan seperti hari ini.

Cak Luri dan kawan-kawannya masih harus menunggu beberapa jam sampai amplop dibagikan. Untuk itu panitia acara sudah mempersiapkan beberapa kegiatan, yang lagi-lagi, membuat cak Luri merasa bosan. Dari tahun ke tahun, tidak banyak perubahan. Kalo nggak lomba makan kerupuk, ya lomba balap karung. Kadang yang agak mewah sedikit ada parade baju daerah, yang kadang disewa dengan biaya yang tidak murah. Cak Luri tahu itu, karena beberapa tahun belakangan bisnis penyewaan baju daerah cukup banyak diminati beberapa orang, utamanya ibu-ibu rumah tangga.

Kalo panitianya kreatif, kadang ada juga lomba karaoke. Atau lomba masakan inovatif, seperti yang tahun ini diadakan di kantor cak Luri. Lomba menu makanan berbahan dasar singkong, begitu judulnya. Tapi, cak Luri juga tak berharap banyak dari lomba kreatif seperti itu. Paling banter kepala kantor cuma bilang lomba semacam ini bagus. Tindak lanjutnya dipertanyakan. Padahal kalau makanan-makanan berbahan dasar singkong itu dikomersialkan secara massal, bukan hanya bisa bikin rakyat punya lapangan pekerjaan, tapi juga bisa bikin negeri cak Luri merdeka dari ketergantungan pangan dari negara lain.

Merdeka secara ekonomis, merdeka karena rakyat bisa bekerja di negeri sendiri tanpa harus susah payah digebuki di negeri orang. Juga merdeka karena kita bisa makan di negeri sendiri, makan makanan berbahan dasar singkong.

Omong-omong soal kemerdekaan, cak Luri jadi mikir, "Kok aku jadi orang terjajah begini ya? Kenapa aku harus rela nungguin amplop dibagiin tiga jam lagi? Kenapa kepulanganku ke rumah harus tergantung dari sebuah amplop? Sebagai orang merdeka mustinya aku bisa bebas mau pulang kapan saja."

Padahal tetangga-tetangga cak Luri sudah menunggu di rumah, menunggunya untuk meramaikan acara lomba di kompleks rumah. Ya tapi itu tadi.. lombanya ya masih belum banyak berubah dari sejak cak Luri masih kecil dulu. "Kenapa ya nggak ada yang bikin lomba bikin program komputer? Atau bikin lomba penulisan ilmiah? Atau lomba bikin situs web? Khan canggih tuh.", pikir cak Luri dalam hati.

Untungnya ini cuma ngedumelnya cak Luri di dalam hati. Kalo sampe uneg-uneg ini dia tulis di blog atau e-mail, mungkin cak Luri malah bisa di-prita-kan sama kantornya. Kalaupun itu terjadi, paling-paling teman-teman kantor cak Luri akan bikin dukungan untuknya di facebook.

Isi dukungannya bukan "Bebaskan cak Luri!", tapi "Merdekakan cak Luri!"

Friday, 10 July 2009

A Pray

Got this from Dvi. Repost here by her permission.


Tuhan,
biarkan setiap helaan nafasku adalah seruan nama-Mu
biarkan setiap denyut nadiku adalah ingatan pada-Mu

Syukurku masih tak cukup
Sembahku masih tak khusyu'
Aku terus mengiba belas kasih-Mu

Jangan biarkan aku lacurkan sedetik saja helaan nafasku
karena aku takkan sanggup
terhempas tanpa-Mu

Cinta-Mu adalah dahagaku
Saat kupikir Kau tutup pintu-Mu
Asaku nyaris pupus

Kau beri aku ujian semalam
Sebelum Kau buka jendela-Mu
Aku menangis dalam sujud malamku

July 8, 2008 @ 01.37 a.m.

Monday, 6 July 2009

Anagram

How many anagrams you can make from the word spot?

pots,
post,
spot,
stop,
tops

Thursday, 2 July 2009

Pintar Masuk Angin

Orang pintar, makin masuk angin.
Orang masuk angin, malah makin pintar.
Semakin pintar, semakin masuk angin.
Angin pintar bikin tambah masuk angin.

Tuesday, 30 June 2009

Friday, 26 June 2009

Heal The World

In Memoriam Michael Joseph Jackson, who died at 51 years old.

There's A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You'll Find There's No Need
To Cry
In This Place You'll Feel
There's No Hurt Or Sorrow

There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place...

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

If You Want To Know Why
There's A Love That
Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For
Joyful Giving
If We Try
We Shall See
In This Bliss
We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And
Start Living

Then It Feels That Always
Love's Enough For
Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World...

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

And The Dream We Were
Conceived In
Will Reveal A Joyful Face
And The World We
Once Believed In
Will Shine Again In Grace
Then Why Do We Keep
Strangling Life
Wound This Earth
Crucify Its Soul
Though It's Plain To See
This World Is Heavenly
Be God's Glow

We Could Fly So High
Let Our Spirits Never Die
In My Heart
I Feel You Are All
My Brothers
Create A World With
No Fear
Together We'll Cry
Happy Tears
See The Nations Turn
Their Swords
Into Plowshares

We Could Really Get There
If You Cared Enough
For The Living
Make A Little Space
To Make A Better Place...

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me

Thursday, 25 June 2009

Terima Kasih

Di dalam ungkapan yang digunakan pada sebuah bahasa kadang-kadang tersembunyi filosofi yang jika direnungkan punya makna yang dalam.

Kali ini yang kita bahas adalah ungkapan "Terima Kasih" dalam bahasa Indonesia. Ucapan terima kasih kita berikan kepada orang yang telah memberikan sesuatu kepada kita. Bentuk pemberiannya bisa apa saja. Bahkan sekedar ucapan selamat pun biasanya orang Indonesia akan mengucapkan terima kasih sebagai balasannya. Misalnya jika ada seseorang yang mendapatkan promosi jabatan di tempat kerjanya, kemudian semua rekan kerjanya memberikan ucapan selamat. Ketika itu dia biasanya mengucapkan, "Terima kasih."

Ungkapan ini jika dicermati tersusun atas dua kata, "terima" dan "kasih". Kata yang pertama memiliki arti tindakan pasif mendapatkan sesuatu dari orang lain. Jika saya memberikan sesuatu kepada anda, maka anda adalah penerimanya. Anda melakukan tindakan "menerima".

Kata yang kedua, "kasih", mengandung pengertian memberikan sesuatu kepada pihak lain. Dalam bahasa pergaulan sehari-hari di Indonesia, kita lebih sering mendengar ungkapan "mengasih" sebagai pengganti ungkapan "memberi". Dalam bahasa resmi memang kata "beri" lebih pantas digunakan. Biasanya dalam bahasa resmi, kata "kasih" lebih sering digandengkan dengan kata "sayang". Kata "Kasih sayang" sesungguhnya memiliki makna "memberikan rasa sayang kepada orang atau pihak lain".

Terkait dengan kata "terima" di dalam ungkapan "terima kasih", tersembunyi makna filosofis bahwa ketika kita mengucapkannya, kita menerima sesuatu dari orang lain, lalu kita pun memberikan sesuatu itu kepada orang lain. Saya "menerima" sesuatu, dilanjutkan dengan "mengasih" sesuatu itu kepada orang lain.

Apa maksudnya? Bahwa apa yang kita terima dalam hidup ini, sesungguhnya menjadi lebih bermakna jika kita berikan sebagian kepada orang lain. Dalam agama Islam, dikenal berbagai macam konsep seperti ini dalam ungkapan "zakat", "infaq", "sedekah", "amal". Ketika kita menerima sebuah pemberian, sesungguhnya di dalam pemberian itu terdapat bagian milik orang lain. Nikmat yang kita terima bukan seluruhnya hak kita, tapi juga ada hak orang lain di dalamnya.

Saya ucapkan terima kasih kepada anda yang telah membaca dan mengikuti tulisan saya sampai di sini. Anda telah menerima pemahaman baru tentang makna ungkapan "terima kasih" dalam bahasa Indonesia. Di dalam perhatian yang anda berikan kepada tulisan ini, saya telah memberikan sesuatu kepada anda.

Ungkapan terima kasih itu dapat lebih terasa ketika anda kemudian memberikan sebagian pemahaman baru itu kepada orang lain. Karena di dalam pemahaman yang baru anda dapatkan, terdapat bagian hak orang lain untuk mendapatkan pencerahan yang sama.

Tuesday, 23 June 2009

Google, Anyone?

Here is a trivia quiz.

When was the first time the word "Google" officially become an English word? If you don't get what I mean, when was the first time this term officially become an entry in English dictionary?

Want to know the answer? Google it.

Monday, 15 June 2009

Password Kosong

"Nung, password komputer loe apa?"

"kosongaja"

"Serius loe? Gue udah coba macem-macem dari tadi gak bisa kebuka juga komputer loe. Bentar ya.. jangan loe tutup dulu telponnya. Gue cobain dulu nih.."

Selang beberapa saat kemudian, dia melanjutkan, "Mana.. masih nggak bisa juga. Apa sih passwordnya?"

"kosongaja", jawabku lagi, kali ini mulai kesal.

"Ah.. gue udah ketikin username terus klik OK tetep aja nggak masuk-masuk"

"Loe udah ketik passwordnya belom?", tanyaku dengan nada ketus.

"Apaan yang diketik? Kata loe password-nya kosong aja. Gue nggak perlu ngetik apa-apa dong.".

Dia juga udah mulai ikutan senewen.

Dengan sabar aku jelaskan padanya, "Makanya.. kalo orang ngomong tuh dengerin yang bener.. jangan asal main potong aja kalo orang lagi ngomong. Loe ketikin tuh kosongaja di textbox passwordnya..."

"Gimana sih loe? Kosong aja masa ada yang musti gue ketikin?". Nada suaranya makin tinggi.

"Deh.. elah.. gue bilang juga barusan jangan asal main potong omongan orang napa."

"Buruan dong!". Nada suaranya mulai membentak.

"Oy! Dengerin napa orang ngomong..."

"Ya udah buruan.. jangan lelet gitu kalo ngejelasin!"

"Ya kalo loe motong-motong terus omongan gue gimana gue mau ngejelasin ke loe??!", aku pun mulai ikutan sewot. Mendengar nada-nada kemarahan dalam suaraku, dia mulai melunak.

"Ya udah.. buruan jelasin!"

"Nih ya.. loe ketikin tuh kosongaja ke kotak password. K, O, S, O, N, G, A, J, A. Gak pake spasi! Huruf kecil semua!"

Sejenak tak ada suara terdengar dari sebelah sana.

"Ngerti gak loe?", tanyaku lagi.

"Jadi kosong aja tuh maksud loe diketikin kata-katanya gitu?", tanyanya lagi. Kali ini dengan suara yang sedikit lebih lunak daripada sebelumnya.

"Ya iya. Makanya kalo orang ngomong tuh jangan suka motong napa.". Aku katakan kalimat itu dengan nada membentak, melampiaskan kekesalanku selama ini.

"Ketikin tuh huruf-hurufnya, baru klik OK.", lanjutku lagi.

"Oh.. gitu.. Bentar.. gue coba dulu."

Kudengar sayup-sayup dia menekan tombol keyboard.

"Udah gue ketik nih. Gue klik OK ya..".

Aku diam saja. Terus terang aku menikmati rasa senang mendengar nada menyesal dalam kata-katanya. Sesaat kemudian terdengar suara musik yang mengiringi proses login ke sistem operasi Windows di komputerku. Berhasil sudah dia mengakses password dan username ku.

"Ok deh.. udah bisa masuk nih. Terima kasih ya."

Friday, 5 June 2009

Bukan Superman

by Lucky Laki Band

Reff:

Aku bukanlah superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Ayahku selalu berkata padaku
Laki-laki tak boleh nangis
Harus slalu kuat
Harus slalu tangguh
Harus bisa jadi tahan banting

Tapi ternyata sakitnya cinta
Buat aku menangis

Repeat Reff

Ayahku selalu memarahi aku
Jika jatuh air mataku
Kata ayah slalu air mata itu
Adalah tanda kelemahan

Tapi ternyata air mataku
Ternyata jatuh juga

Repeat Reff

Ayahku tersayang maafkanlah aku
Jika aku masih menangis
Masih belum bisa menjadi seperti
Apa yang ayah selalu mau

Kita berjanji ’tuk tidak lagi
Menangis karena cinta

Monday, 25 May 2009

Write It in English

Aku masih punya hutang sama saudaraku Wisnu, soal nomor telepon tempat kursus bahasa Inggris di pojokan lampu merah terminal Blok M. Sistem pengarsipanku memang cukup buruk. Seringkali aku membutuhkan nomor telpon penting yang ternyata sudah terselip atau hilang entah ke mana.

Maaf Wis, aku belum menemukan nomor telepon tempat kursus itu. Apalagi sekarang jalur pulang dan pergiku dari rumah ke kantor tidak lagi lewat perempatan terminal Blok M. Kira-kira tahun lalu aku sempat selama beberapa bulan lewat di sana, dan memperhatikan informasi tentang kursus persiapan IELTS di sana. Ini kebiasaan burukku yang lain: Aku sering menyimpan nomor telpon yang kupikir suatu saat nanti bakalan berguna. Tapi jadinya sekarang catatan itu sama sekali tak ada gunanya, karena catatanku hilang.

Sebagai gantinya, aku posting di sini salah satu tips yang kupikir manjur untuk belajar bahasa Inggris. Dulu pernah aku dikirimi satu URL blog yang ditulis oleh orang Indonesia yang belajar di India. Dia bilang, bahasa Inggris atau bahasa asing lain bisa kita kuasai dengan baik jika kita memaksakan diri untuk menulis dalam bahasa itu setidaknya satu tulisan setiap hari.

Sebagaimana kita tahu, pemahaman akan sebuah bahasa bisa dibagi ke dalam dua kelompok. Pemahaman pasif dan pemahaman aktif. Pemahaman pasif maksudnya kita bisa memahami apa yang dikatakan orang dan apa yang ditulis orang dalam bahasa tersebut. Pemahaman aktif memungkinkan kita mengutarakan apa yang kita pikirkan dan rasakan dalam bentuk tulisan dan lisan.

Memang pada awalnya akan terasa sulit. Aku sendiri terus terang masih sulit melakukan resep yang satu ini. Lebih sering aku menulis beberapa patah kata dalam bahasa Inggris, dan sisanya kutulis dalam bahasa Indonesia. Tapi semangat belajar harus dipupuk. Pelan tapi pasti, jika kita disiplin melakukannya, pasti nanti sedikit demi sedikit proporsi kosa kata bahasa Inggris yang kita tuliskan semakin mendominasi isi tulisan kita.

Jadi Wis, aku sarankan satu tawaran untukmu. Kau tuliskan pengalamanmu setiap hari di blog-mu. Mungkin pengalaman yang kau alami ketika berangkat kerja, atau ketika Rayyan dengan cerianya menceritakan apa yang dia alami di sekolah. Apa saja.

Sebagai gantinya, aku juga tuliskan pengalamanku di dalam blog ku. Dan itu semua kita tuliskan dalam bahasa Inggris.

What do you say Wis?

Kambing Hitam Sudah Ketinggalan Jaman

Kemajuan jaman internet, di mana jejaring sosial merambah sebagian kecil masyarakat di Indonesia, membawa konsekuensi terhadap perubahan makna bahasa.

Dulu, jika ada sesuatu yang salah, dan kesalahan ditimpakan kepada seseorang, maka orang tersebut kita sebut sebagai Kambing Hitam. Istilah ini memiliki makna bahwa orang yang dikambinghitamkan sebetulnya belum tentu bersalah. Bahkan seringkali terjadi orang yang memang tidak bersalah namun karena berada pada situasi dan waktu yang salah, maka dia jadi Kambing Hitam.

Jaman sekarang, istilahnya bukan Kambing Hitam lagi. Jika ada sesuatu yang salah, dan kita perlu menimpakan sumber kesalahan tersebut kepada seseorang, orang itu kita sebut sebagai Berry Hitam.

Friday, 15 May 2009

Mirip seperti awan. Namanya juga Mega. Kadang bergerak ke utara, kadang ke selatan. Kadang ke timur, kadang ke barat. Tergantung ke mana angin politik berhembus. Mungkin di bawah kepakan sayap Gerindra, Mega bisa menentukan ke mana hendak pergi.

Monday, 11 May 2009

The Most Romantic Fruit

Do you know what is the most romantic fruit in the world?

The answer is Date.

Friday, 8 May 2009

Cabe, buah yang penuh dengan Vitamin

Di samping rasa pedas, cabe adalah buah yang penuh manfaat. Banyak vitamin yang terkandung di dalamnya. Dan vitamin-vitamin yang terkandung dalam cabe adalah vitamin C, A, B, dan E.

Thursday, 16 April 2009

Musim Puting Beliung

Awas.. sekarang musimnya puting beliung. Siapa saja bisa jadi korban. Mungkin saya, mungkin juga anda, mungkin kita semua. Bahkan banteng sekalipun bisa jadi korban, tertimpa pohon beringin yang roboh.

Tuesday, 14 April 2009

Ada Apa di Surga?

Waktu aku kecil, aku sulit membayangkan seperti apa yang namanya surga. Orang tua dan guru-guruku hanya bilang kalau kita masuk surga, kita bisa bersenang-senang di sana. Mereka juga bilang, supaya kita masuk surga, kita harus berbuat baik, tak boleh berbuat dosa. Kalau timbangan dosa kita lebih berat daripada timbangan amal baik, maka kita akan masuk ke neraka. Orang tua dan guru-guruku cuma bilang di neraka itu kita dibakar, sebagai hukuman atas amal dosa kita selama hidup di dunia.

Sampai sekarang aku masih sulit membayangkan seperti apa surga itu. Di kitab-kitab suci hanya digambarkan secara verbal surga berisi taman-taman dengan sungai dan alamnya yang indah. Di dalamnya juga ada istana-istana yang indah. Dilengkapi dengan bidadari yang cantik dan tampan. Apa yang akan kulakukan ya seandainya nanti aku diijinkan Allah bisa masuk ke dalam surganya?

Aku suka puzzle. Aku suka ngoprek komputer. Aku suka segala hal yang bikin otakku penasaran. Apakah di surga aku boleh main puzzle sampai puas? Kalau sudah puas, apa akan ada puzzle-puzzle lain lagi yang lebih baru? Yang punya teka-teki yang lebih menantang daripada puzzle-puzzle sebelumnya?

Aku juga suka mencari tahu apa yang ada di langit sana. Apakah ada kehidupan di bulan? Apakah ada kehidupan di planet-planet lain? Seperti apa bentuk kehidupan di sana? Aku suka hal-hal semacam itu.

Kalau Allah mengijinkan aku masuk ke dalam surgaNya, apakah Dia boleh mengijinkan aku terus mencari tahu alam ciptaanNya? Atau kah aku harus diam duduk di istana yang sudah Dia ciptakan dalam surga dan aku tinggal bersama para bidadari bersenang-senang?

Aku suka bersenang-senang, tapi aku juga suka mencari tahu apa yang ada di balik semua kejadian.

Makhluk ciptaan Allah yang satu ini memang susah untuk dibayangkan. Gambaran yang disampaikan dalam kitab suciNya juga tak mungkin menyamai apa yang sesungguhnya ada di sana. Aku hanya bisa berharap agar aku diberi kesempatan untuk bisa masuk ke dalam surgaNya. Semoga Allah berkenan selalu membimbing diriku untuk selalu bersyukur atas nikmat yang Dia berikan.

Friday, 3 April 2009

Cinta Rupiah

Sistem moneter di Indonesia menurut saya sungguh aneh. Tidak ada konsistensi antara keinginan untuk membuat mata uang Rupiah menjadi kuat dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Sering kita mendengar keluhan, atau kita sendiri yang mengeluh, betapa mahalnya harga-harga berbagai macam barang sekarang.

Saya masih ingat waktu saya masih SMP dulu, saya berangkat ke sekolah cukup berbekal uang 100 rupiah pulang pergi. Untuk penumpang umum, ongkos angkot cukup 150 rupiah saja. Waktu SD, saya bisa jajan satu mangkok bubur ayam dengan uang 50 rupiah. Biasanya orang tua membekali saya dengan uang jajan paling banyak 100 rupiah.

Jaman sekarang, selain harga-harga yang naik sekian kali lipat, ada kejanggalan juga. Anda tentunya pernah kan membeli sesuatu di mini market atau pasar swalayan? Dari sekian kali berbelanja, berapa kali di antaranya harga yang harus anda bayarkan jumlahnya bulat? Misalnya 2000 rupiah, 1300 rupiah, atau 600 rupiah. Saya sendiri jarang mendapatkan harga bulat seperti itu. Memang ada pasar swalayan besar yang menggunakan sistem pembulatan terhadap total harga barang yang kita beli.

Itu soal harga yang harus kita bayar. Lebih menyebalkan lagi kalau kemudian kita mengeluarkan uang dan kemudian seharusnya mendapatkan uang kembalian. Berapa kali anda mendapatkan uang kembalian dalam jumlah yang utuh? Atau berapa kali anda mendapatkan uang kembalian dalam bentuk bukan uang?

Misalkan saya membeli sejumlah barang, dan total harganya 1950 rupiah. Pecahan terkecil berapa yang sekarang beredar di masyarakat? Kadang menemukan kepingan 100 rupiah aja sudah cukup susah, apalagi 50 rupiah. Malah kadang-kadang saya lihat kepingan perak 100 rupiah atau 50 rupiah tergeletak begitu saja di jalanan. Tak ada yang peduli untuk mengambilnya. Seolah harga 50 rupiah sudah tidak ada artinya, tak bisa bikin kita kaya.

Menurut saya hal semacam ini membuat kita tidak menghargai mata uang kita sendiri. Pemerintah seharusnya juga konsisten dengan menerbitkan kepingan uang yang dibutuhkan masyarakat. Dalam kenyataannya sering kita harus membayar dalam jumlah yang melibatkan pecahan 1 rupiah. Tapi pecahan terkecil yang beredar sekarang, kalau pun bisa ditemukan, hanya 50 rupiah. Di pihak lain, seharusnya juga para pengusaha dan penjual menetapkan harga yang sesuai dengan kenyataan pecahan terkecil yang beredar. Jangan bikin harga aneh-aneh, misalnya 10.999 rupiah. Kalau saya bayar dengan uang 11.000 rupiah, apa saya bisa mendapatkan uang kembali yang hanya 1 rupiah?

Inilah anehnya sistem keuangan di Indonesia. Di media elektronik sering diputar iklan layanan masyarakat yang menghimbau rakyat untuk 3D. Tapi toh ini hanya berlaku untuk uang kertas. Bagaimana dengan kepingan logam?

Negeri ini memang suka aneh. Pengen maju, tapi perilakunya nggak mau berubah ke arah kemajuan. Pengen rakyat sejahtera secara finansial, tapi pemerintah dan pengusahanya juga nggak mau melakukan sesuatu untuk membuat 1 rupiah itu besar artinya.

Kalau kita sudah berpikir uang 50 rupiah yang tergeletak di jalanan seolah tak bisa membuat kita kaya, bagaimana kalau kita punya uang dalam jumlah yang jauh lebih besar?

Wednesday, 11 February 2009

Negeri Amnesia

Negeri ini dihuni oleh orang-orang yang menderita amnesia. Siapa saja bisa terkena amnesia. Bahkan dokter pun bisa amnesia.

Hari ini dokter-dokter berjanji ingin mengobati rakyat yang menderita amnesia. Esoknya mereka lupa apa yang mereka janjikan kemarin.

Hari ini sebagian rakyat menderita karena banjir. Mereka mengeluhkan bantuan yang tak lekas datang. Esoknya mereka sudah lupa akan penderitaan kemarin. Bahkan tahun berikutnya mereka pun lupa untuk bersiap-siap mengungsi. Walhasil, penderitaan banjir kembali mereka alami, seperti tahun-tahun yang lalu.

Hari ini sebagian pejabat mulai sibuk memasang foto mereka di seantero negeri. Bulan depan mereka lupa kalau mereka menulis banyak janji sebagai pengiring foto-foto mereka. Bahkan ketika mereka menulis pun sudah banyak yang mereka lupakan.

"Terus berjuang untuk rakyat", tulis mereka.

Mereka lupa, ada banyak rakyat yang rumahnya terkubur lumpur selama beberapa tahun terakhir. Masih ada rakyat yang rumahnya terbenam lumpur, mereka sudah berteriak untuk terus berjuang demi rakyat. Mereka penderita amnesia.

Sebagian lain berkata, "Kita sudah mengusahakan anggaran pendidikan naik". Mereka lupa peran orang-orang di luar partai mereka yang tidak bisa dihiraukan begitu saja.

Sebagian lain bilang, "Ayo kita sebarkan sembako murah". Mereka lupa, waktu mereka punya kuasa untuk bikin harga murah, mereka tak melakukannya.

Celakanya aku adalah penduduk negeri amnesia ini. Aku tinggal di negeri ini. Aku warga negara negeri ini. Hari ini aku menulis tulisan tentang negeri amnesia. Besok aku sudah lupa dengan apa yang kutulis.

Thursday, 27 November 2008

Trivia Seputar Papan-bidai

  1. Kalau kalian menulis dengan komputer, dan kalian cukup mahir menggunakan metode mengetik 11-jari, ibu jari sebelah mana yang sering kalian gunakan untuk menekan tombol spasi? Ibu jari kanan, atau ibu jari kiri?
  2. Tahukah kalian, kata terpanjang apa dalam bahasa Inggris, yang hanya diketik dengan jari-jemari tangan kiri (kalau kalian menggunakan metode 11-jari tentunya)?
  3. Jika kalian sering mengetik dalam bahasa Indonesia, pernahkah kalian perhatikan, tombol apa di papan bidai yang paling halus (karena tergerus gesekan jari-jemari kita)?
  4. Sama seperti nomor 3, tapi untuk bahasa Inggris.
  5. Mengapa susunan huruf dalam papan bidai yang umum digunakan adalah susunan QWERTY?
  6. Tahukah kalian, jika dihitung, berapa jarak yang telah ditempuh jari-jemari kita dalam mengetuk tombol-tombol di papan bidai?

Menulis

Dalam sehari, berapa halaman yang bisa kamu tulis? Berapa halaman yang bisa kamu hasilkan dengan mengetik di komputer, berapa halaman tulisan tangan yang bisa kamu buat?

Monday, 24 November 2008

Google's Translation Tools (Indonesian to Others, and vice versa)

Bulan Nopember 2008 ini, selain produk GMail Theme, Google juga merilis sebuah fitur baru dalam lini produk yang lain. Sebetulnya fitur ini bukan murni fitur yang sama sekali baru, namun lebih pada pengayaaan terhadap fitur yang sudah ada sebelumnya. Selain lini produk GMail, Google juga memiliki lini produk Translation Tools, yang dapat diakses dari alamat http://www.google.com/translate_t.

Apa yang istimewa dari pengayaan produk Translation Tools ini? Google menambahkan fitur untuk menterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa-bahasa lain! Tentu saja koleksi bahasa yang ada saat ini masih terbatas pada sebagian besar bahasa-bahasa Eropa dan beberapa bahasa Asia (Arab, Cina, Filipina, Hindi, Indonesia, Jepang, Korea, dan Vietnam). Namun seperti terjadi sebelum Nopember 2008, ketika bahasa Indonesia belum termasuk dalam layanan ini, maka bukan tidak mungkin dalam beberapa waktu ke depan Google akan menambahkan koleksi bahasa-bahasa lain di dunia.

Satu hal yang menarik untuk diamati dari penambahan bahasa Indonesia ke dalam fitur Google Translation ini adalah, mengapa bahasa Indonesia? Tampaknya Google memandang bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang banyak digunakan oleh pengguna internet di dunia. Menurut data dari CIA World Fact Book, populasi pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007 berkisar 13 juta orang.

Terlepas dari data statistik, fitur baru dari Google ini cukup handal menerjemahkan kata-kata dalam bahasa lain ke bahasa Indonesia, dan sebaliknya.

Friday, 14 November 2008

Banjir Sampah

Kadang-kadang, ajakan positif untuk berbuat baik lebih mudah diabaikan orang. Contoh,

Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker, dan kelainan-kelainan lainnya.

Tapi tetap saja banyak orang yang merokok.

Mungkin perlu juga dibuat ajakan yang bentuknya negatif, tapi tujuannya masih untuk berbuat kebaikan. Ini contohnya,

Mari membuang sampah sembarangan,
Agar banjir rajin menyapa kita setiap tahun.

ditulis dalam huruf besar-besar. Di bawahnya, dicantumkan tambahan ajakan, dalam ukuran huruf yang secara proporsional jauh lebih kecil dari ajakan utama tadi,

(kalo nggak mau kena banjir, jangan buang sampah sembarangan Coy!)

Friday, 7 November 2008

Kita Bukan Siapa-siapa

Kamu bukan Super,
Aku bukan Setar,
Kalo digabungin,
Kita bukan Supers'tar.

Kita bukan siapa-siapa,
Hanya warga negara biasa,
Yang sama-sama berusaha,
Supaya tetap bisa makan.

Wednesday, 29 October 2008

Shio May

Kalau kau tanya padaku,
Aku lahir di bulan apa,
Aku akan kembali bertanya padamu
Untuk apa?

Kalau tujuanmu
Ingin tahu
Apa bintangku,
Agar kau bisa tahu
Bagaimana peruntunganku

Maka kujawab,
Nasibku tak ditentukan
Dari kapan aku dilahirkan
Peruntunganku
Adalah hasil jerih payahku

Kalau kau tanya padaku,
Apa shio-ku,
Akan kujawab,

Shio-ku berbeda dari orang mana pun
Yang pernah lahir di dunia ini
Sebab shio-ku
Adalah Shio-May.

Friday, 15 August 2008

Terjemahan

I've got this from one of mailing lists

Jangan Sekali Kali Menterjemahkan Bahasa Komputer dalam Bahasa Indonesia

Never translate IT terms into Bahasa Indonesia. Do you know why? Because it's dangerous, especially when it is taught in school. See samples below

1. Hardware : Barangkeras
2. Software : Baranglembut
3. Joystick : Batang gembira
4. Plug and play : Colok dan main
5. Port : Lubang
6. Server : Pelayan
7. Client : Pelanggan

Try to translate this :
(Silahkan coba untuk translet kalimat di bawah)

ENGLISH
The server provides a plug and play service for the clients
using either hardware and software joystick. Just plug the
joystick intothe server port and enjoy it.

INDONESIA
Pelayan itu menyediakan layanan colok dan main untuk
pelanggannya dengan menggunakan batang gembira jenis keras
atau lembut. Cukup dengan memasukkan batang gembira itu ke
lubang pelayan dan nikmati.

Saturday, 29 March 2008

Kecemburuan Ayat-Ayat Cinta

Dunia perfilman di Indonesia mulai menggiat beberapa tahun belakangan ini. Beberapa tahun yang lalu muncul judul film Ada Apa Dengan Cinta. Dan tahun ini peminat film di Indonesia dimanjakan dengan cerita yang disuguhkan lewat film Ayat-Ayat Cinta. Dari AADC ke AAC. Entah ke mana huruf D menghilang, dan apakah film sukses berikutnya akan memiliki judul dengan inisial AC, entahlah.
Banyak hal menarik tentang AAC. Jusuf Kalla, sang wakil Presiden pun ikut nonton di Plaza Senayan, Jakarta, dan kabarnya SBY sang Presiden pun tersiar kabarnya akan ikut nonton. Entah di mana. (mungkin di cinema yang berawalan dengan huruf D).

Dari sekian banyak hal, salah satu yang menjadikan film ini fenomenal adalah aspek poligami yang bagi rakyat Indonesia merupakan isu yang terbilang cukup sensitif. Bagi para lelaki baik yang sudah maupun belum beristri, poligami tampaknya membagi mereka menjadi dua kelompok. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Bagi para wanita jauh lebih banyak yang tidak setuju. Mereka tidak ingin cintanya dibagi dua oleh sang suami.

Bagi saya, ketidaksetujuan ini cukup wajar. Karena toh bagaimana pun kita ini manusia. Tak ingin milik kita yang berharga dibagi dengan orang lain. Banyak contoh di sekitar kita yang bisa diambil menunjukkan contoh semacam ini. Orang tak ingin lahan rumahnya dibagi buat orang lain, buktinya banyak rumah berpagar tinggi-tinggi, tak boleh orang lain sekedar melihat indahnya pekarangan rumah, apalagi menginjak halaman. Banyak orang tak rela uang korupsinya dibagi dengan orang lain, sampai lari ke negeri orang.

Itu baru orang. Apalagi Tuhan. Demikian pencemburunya Tuhan hingga Dia tidak mau mengampuni orang yang menyekutukan Dia dengan sesuatu yang lain. Dia yang telah memberi kasih sayang begitu besar kepada hambaNya, diberinya ruh kehidupan, diberikanNya kesempatan menikmati indahnya hidup, bertemu keindahan alam, menikmati sedapnya sambal dan sayur asem, merasakan kepuasan memahami rahasia alam dengan meraih gelar sarjana, magister, dan doktor. DiijinkanNya jantung terus berdetak memompa darah di sekujur tubuh walaupun kita sedang asik masyuk menikmati keindahan hidup, diijinkanNya paru-paru terus memompa udara segar ke dalam jaringan tubuh walaupun kita sedang lalai melupakan semua karunia dan kasih sayangNya.

Ketika semua nikmat itu tidak disyukuri, ketika kemudian manusia justru berterima kasih kepada zat lain yang tidak patut disembah dan diagungkan, betapa sakit rasa yang Dia alami. Ketika kita memberikan sejumput nafkah kita kepada orang dan orang itu berterima kasih kepada orang lain, kita sudah merasakan sakit hati yang luar biasa. "Tak tahu terima kasih!", begitu kita berpikir. Apalagi Tuhan.

Cinta seorang suami kepada seorang istri pun akan dirasakan dengan cara yang sama jika sang suami memberikan cintanya kepada wanita lain. Jerih payah yang telah dicurahkan istri, kasih sayang yang dia berikan, kata-kata rayuan dan cubitan mesra yang diberikan istri demi meraih perhatian suami ternyata tidak membuat suami terpikat. Suami malah terpikat untuk memperistri wanita lain. Alangkah sakit rasa yang melekat di hati sang istri.

Lalu mengapa dalam Islam diperbolehkan bagi seorang laki-laki untuk memperistri hingga empat orang? Dalam memahami firman Tuhan, film Ayat-Ayat Cinta memberikan jawabannya dengan cara yang lucu (bagi saya juga sedikit terasa getir). Betapa besar sesungguhnya urusan memperistri lebih dari satu orang pada satu saat. Hanya karena keadaan yang mendesak yang membuat seorang laki-laki harus memperistri wanita lain. Demikianlah sebenarnya keadaan yang terjadi ketika Nabi Muhammad memperistri demikian banyak wanita. Para wanita itu adalah para janda yang ditinggal mati suami mereka yang meninggal dalam peperangan mempertahankan keimanan. Jika para janda itu tidak dinikahi, bagaimana nasib para anak-anak mereka?

Cerita yang hampir sama terjadi di AAC. Fahri terpaksa harus menikahi wanita lain demi nyawa si wanita. Dalam Islam, ada kaidah di mana dalam suatu kondisi kita diharuskan lebih mendahulukan menghindari bencana (mudharat) daripada mengambil manfaat. Fahri pun sebenarnya tak ingin membagi cinta dengan Aisha. Hanya kebesaran hati seorang Aisha yang memaksa Fahri pada akhirnya bersedia menikahi Maria, agar Fahri bisa diselamatkan dari bencana yang bisa membahayakan keluarga Fahri dan Aisha.

Salah satu adegan menarik yang buat saya perlu disimak bagi yang sudah maupun yang belum menonton film ini, yaitu ketika Saiful memberikan nasihatnya kepada Fahri. Dalam poligami yang bisa dilakukan oleh suami adalah berusaha berbuat adil. Karena tidak mungkin bagi manusia berbuat sangat adil. Keadilan yang dilakukan manusia sungguh jauh berbeda dari keadilan Tuhan. Ketika Tuhan merasa cintanya direnggut, karena manusia yang dikasihiNya berterima kasih dan menyembah kepada selain Dia, maka keadilan Tuhan pun akan datang. Tak sudi Dia mengampuni kesyirikan yang dilakukan manusia-manusia semacam itu karena mereka telah membagi cinta yang Dia berikan kepada yang lain.

Wednesday, 27 February 2008

Open Library Project

Have a look at this website.

http://www.openlibrary.org/details/openlibrary

Saturday, 23 February 2008

English Tenses

On 20 September 1988, my father bought a great book. It is a book about tenses in English, titled "Penggunaan "Tenses" dalam Bahasa Inggeris (The Use of Tenses in English)". It is written by a man named Wiliting, and it was published by a publisher in Pekalongan, named Harapan.

In page 2 of the book, Wiliting wrote a table summarizing the forms of tenses in English. There are 16 different forms of tenses. Below is a reproduction of that table. I know this might be illegal to reproduce it here, regarding Copyrights. But I didn't find any declarations of any form in the book regarding the copyright.

I rewrite the table here in hope of it may be useful to non-English speakers to learn and grasp the intricate detail of English tense.

If you are related to Wiliting or Harapan publisher and think this post is illegal, please let me know.

You read the table one row at a time. So for example, in the first row, The Simple Present Tense form of work is "I work."






































Form
Present Tense
Past Tense
Future Tense
Future in the past
Simple
I work.I worked.I shall work.I should work.
Continuous
I am working.I was working.I shall be working.I should be working.
Perfect
I have worked.I had worked.I shall have worked.I should have worked.
Perfect Continuous
I have been working.I had been working.I shall have been working.I should have been working.



One more thing. I don't have any idea why Blogger moves the table too far down like this. I edited the html code, there is no space or something like that.

Thursday, 3 January 2008

FW: Duh merinding, serem..

----------------------------------
Original message from geetz:
----------------------------------
Original message from Arman:
----------------------------------
Original message from Anna:
----------------------------------
Original message from dany today:
----------------------------------
Original message from Andina:
----------------------------------
Original message from It's Real Qko:
----------------------------------
Original message from HENSON:
----------------------------------
Original message from Fat:
----------------------------------
Original message from Fina:
----------------------------------
Original message from nisma:
----------------------------------
Original message from Christ:
----------------------------------
Original message from Davin:
----------------------------------
Original message from b RAIn:
....Message:
Guys sorry for this...
i have to pass this thing .....
its for u to judge if this istrue....
Yo! I'm real sorry but this one scared me I just had to send it out... Now, that you're Reading it... there's no turning back!!!... I read this blog and I thought It was some stupid joke, but it wasn't this FU** is Really true!!!! It's been haunting me for as long as I can remember!!!!...
-Rick, 18, U.K.
Hey! Surat kaleng ini awalnya dikirimkan ke mail gw, pertamanya gw tdk menggubrisnya... Tapi gw benar2 menyesal telah memandangnya sebelah mata, gw harus pindah rumah dan berharap semua akan berakhir...
-Alin, 25, J-town
Ya, ya, ya... sayang sekali bagi mereka yg tdk perhatian. Aku mengirimkan kabar tentang blog ini ini ke banyak orang dan tebak apa yg terjadi.... Setelah beberapa hari, aku menjadi manager perusahaan tempat aku bekerja...
-Indra, 24, Sby
Aku dulunya adalah seorang wanita karier yg sukses dengan 2 anak dan seorang suami yg baik, tp skrng hidupku hancur... Semua krn surat kaleng ini, awalnya aku mengabaikannya, lalu hal2 yg seram mulai menghantuiku, lebih parahnya suamiku menceraikanku dan membawa 2 anakku karena dia mengira aku sudah gila!!!
-Nia, 31, Yk
Yo! hai teman! Gw dulunya adalah seorang pecundang di skul dan bodoh lg... gw mendapat surat kaleng ini dan mengirimkannya kepada knalan2 gw dan stlh beberapa hari...Whoa!!!... Semuanya menjadi sangat menyenangkan... dan cewek paling cantik di skul mengajak gw jalan... Skrng gw benar2 mjd seorang yg paling beruntung di dunia...!!! makasih jg buat surat ini skrng gw jg mjd lebih pintar... hidup gw benar2 mjd hebat!!!!
-Roni, 16, J-town
Once your reading this you must do exactly what it tells you to do... this is no joke... If you ignore this you will regret it!!!... Here it goes!!!...
A little girl named Chelsy McCann was killed in 1933 by a homical maniac who buried her alive while chanting a satanicchant "tomo Sama te blistat" those were the words spoken, and now u have read them... anyone who reads the chant will meet a small child in the middle of the night she will be on your ceiling as you sleep. She will suffocate you as she was suffocated or maybe she will show up inside your bathroom when your taking a bath wearing a white shirt with blood stains on it and kill you... unless you tell about this blog to 66 people for 6 days, so she will leave you in kindness

Monday, 24 December 2007

Cross-post Utility from Multiply.com

Since several days ago I tried to figure out how to synchronize my blog articles between blogger.com and multiply.com. Today I found out multiply.com provides a nice utility to enable cross-posting between multiply.com and blogger.com.

Unfortunately, this utility means that I only can post in multiply.com to be cross-posted in blogger.com. What I really need is from the other way around.

Is there any of you know how to overcome this problem? If there is, please let me know.

Saturday, 22 December 2007

kaos Plesiran Tempo Doeloe KUNING



yuk, mari, yg mau mesen! cepet pesen, cepet kelar..

pemesanan terakhir: 23 des kaos kelar sebelom christmas tersedia hanya warna KUNING dengan teks berwarna ungu ada ukuran baru:

XS lebih kecil dari S kecil

(ukuran yang laen: S M L XL XXL XXXL)

ada S body fit
dan M body fit
and L body fit
en XL body fit
also XXL body fit
then XXXL body fit

bisa juga yang model kaos lengan panjang, tentunya bisa yang body fit juga kok! di lengan kanan ada logo Sahabat Museum di lengan kiri ada angka 50 (yah, sudah 50 kali acara Plesiran Tempo Doeloe digelar..) Rp.60.000 per helai kalo mau pesen, hub: adep@cbn.net.id yah (semua ukuran harga nya sama yah, 60 rb) eh, ada juga kaos yang HITAM edisi 40 tapi tinggal beberapa ukuran saja, maaf gak bisa dipesan lagi, limited edition jek! yang ada hanya yang ukuran:

L bodyfit,
XL,
XL,
XL panjang,
XXL dan
XXL bodifit.

yah, hanya 6 (enam) kaos aja yang tersisa trus juga ada kaos yang I (love) CRB dan kaos Pekalongan yang teks iklan djadoel. kalo yang CRB ukurannya:

M,
XL dan
XXL

kalo yang Pekalongan:

M panjang bodifit,
S,
M,
M,
L,
L,
L,

total ada 3 CRB 7 PKLNG

yang CIREBON = teks I love (lambang hati) CRB di belakangnya ada peta Jawa dgn anak panah bertuliskan PLESIRAN TEMPO DOELOE mengarah ke kota Cirebon. Hanya tersedia warna PUTIH

Kaos Pekalongan ini hanya tersedia warna KHAKIyang PEKALONGAN = teks djadoel, disadur dari iklan di majalah Sin Po terbitan tahun 1928 yang berbunyi:

Batikkerij en Batikhandel OIEJ GIOK DJIN PEKALONGAN

Persediahan sampe tjoekoep dari segala matjem batik kaloearan Pekalongan, Aloes, Sedeng en Kasar, Saroeng, Kaen Pandjang en Slendang, harga moelai f 1.50 bertoeroet f 25,- per potong, kleur toea en moeda.

Pesenan banjak of sedikit ditrima dengen senang hati, harep tjoba tentoe menjenangken, djika tida seneng boleh minta toeker laen matjem ditrima boeat selamanja asal djangan roesak. Pesenan f 100 -- kaätas ongkos vrij, djika soeda berlangganan dapet harga lebih moerah en boleh berdami; semoea pesenan dikirim dengen rembours.

(Keterangan):
f = gulden.
kleur = colour.
Pesenen banjak of sedikit = of itu kalo di bahasa inggris adalah or.
ongkos vrij = ongkos free.
boleh berdami = boleh damai.
rembours, ah semua tau lha :)

kalo mau dikirim ke rumah atau kantoor, on-kost kirimnya Rp.10.000 yah, owkey?
(mau pesen 1 atau lebih, tetep Rp.10rb)
(on-kost kirim ini berlaku untuk ke seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke :)

ditransfernya ke Rekening BCA 237 14 256 93 cabang Pondok Indah, atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke nomer:

0818 94 96 82,

atau via email deh atau di fax ke no:

(021) 769 6273

(nomer urut akan diberikan setelah mendaftar ke : adep@cbn.net.id)
(nah, jadinya kirim email dulu ya, entar dibales kok, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya bingung karena mendapatkan uang kaget)

oh iya kalo gambarnya gak keluar (gambar pada lampiran), hubungi
email saya langsung aja yah.. di email biasa itu... adep@cbn.net.id atau coba liet di: http://groups.yahoo.com/group/sahabatmuseum dan sekalian aja gabung ama ntuh milis, ye mpok ye, ye bang yee

Bagian Belakang Kaos Bertuliskan 50 kali Plesiran Tempo Doeloe:
1. 25 Mei 2003 Weltevreden
2. 22 Juni 2003 Oud Batavia
3. 31 Agustus 2003 Molenvliet
4. 28 September 2003 Menteng
5. 25 Januari 2004 Passer Baroe
6. 29 Februari 2004 China Town
7. 28 Maret 2004 Koning Willem III School
8. 25 April 2004 Buitenzorg
9. 27 Juni 2004 Soenda Kalapa
10. 25 Juli 2004 Batavia Stad
11. 11-12-13 Sept 2004 Semarang
12. 16-17-18-19 Desember 2004 Ranah Minang
13. 30 Januari 2005 Station BEOS - Gedong NHM
14. 27 Februari 2005 Koningsplein - Gedong Gadjah
15. 19-20 Maret 2005 Rengasdengklok - Kalidjati - Bandoeng
16. 1 Mei 2005 Gambir - Ragusa
17. 3 Mei 2005 Het Paleis van de Gouverneur-Generaal
18. 21-22-23 Mei 2005 Semarang - Ambarawa
19. 31 Juli 2005 Pulau Onrust
20. 14 Agustus 2005 Koeliling Djakarta
21. 27 Agustus 2005 Bank Djadoel di Batavia
22. 2-3-4 Sept 2005 Malang - Modjokerto - Soerabaia
23. 27 September 2005 Waterlooplein - Daendels Paleis
24. 15 Desember 2005 Istana Tjipanas - Istana Bogor
25. 31 Desember - 1 & 2 Jan 06 Tahoen Baroean naar Tjepoe
26. 29 Januari 2006 Tandjong Priok
27. 26 Februari 2006 Ngebatik di Tenabang
28. 30 Maret - 2 April 2006 Makassar - Tana Toradja
29. 30 April 2006 Tamatlah Hindia Belanda
30. 7 Mei 2006 Ontbijt di Stadhuisplein
31. 24-25 Juni 2006 Cheribon - Linggardjati
32. 16 Juli 2006 Picknick ke Kebon Besar
33. 23 Juli 2006 Kampong Betawi
34. 6 Agustus 2006 Naek Sepeda Koeliling Batavia
35. 18-19-20-21 Agustus 2006 Medan - Danau Toba
36. 25 November 2006 Soemedang
37. 14 Januari 2007 Batavia in Nineteenth Century
38. 4 Maret 2007 Goedang VOC
39. 16-17-18-19 Maret 2007 Padang - Sawahloento
40. 7 April 2007 Malem-Malem di Museum
41. 19 April 2007 Istana di Poentjak
42. 29 April 2007 Lapangan IKADA
43. 27 Mei 2007 Kebon Jahe Kober
44. 1-2-3 Juni 2007 Semarang - Ambarawa - Oengaran
45. 28-29 Juli 2007 Tjirebon Kota Oedang
46. 5 Agustus 2007 Stadhuis Batavia
47. 12 Agustus 2007 Naek Sepeda Koeliling Menteng
48. 17-18-19 Agustus 2007 Tegal - Pekalongan - Slawi
49. 26 Agustus 2007 Oud Banten
50. 1 September 2007 Krontjong Toegoe, Live!




Menantiken pesenan dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
0818 94 96 82

Tuesday, 18 December 2007

Pukul Jam

Dalam bahasa Indonesia, setidaknya ada dua kata yang digunakan untuk menunjukkan waktu. Kedua kata yang saya maksud adalah "pukul" dan "jam". Dalam percakapan sehari-hari seringkali kedua kata ini dipertukarkan, karena ada kemiripan makna di antara mereka. Namun sesungguhnya ada perbedaan di antara kedua kata tersebut.


Kata pukul menunjukkan waktu yang ditunjukkan oleh alat penunjuk waktu, yang kebetulan dalam bahasa Indonesia alat ini disebut sebagai jam. Perhatikan contoh kalimat berikut:


Pesawat kloter pertama akan tiba di Jeddah pada pukul 10 waktu setempat.



Kata pukul pada kalimat tersebut menunjukkan kapan tepatnya sebuah kejadian terjadi. Pola kalimat yang serupa juga bisa digunakan misalnya untuk membuat janji bertemu antara rekan kerja, atau jadwal kegiatan resmi di sekolah, kantor, atau pabrik.


Kata pukul juga bisa digunakan dalam kalimat tanya. Penggunaan kata ini dalam kalimat tanya pada percakapan sehari-hari yang sering dipertukarkan oleh orang di Indonesia. Orang Indonesia lebih sering mengucapkan kalimat seperti ini:


Jam berapa sekarang?


yang seharusnya lebih tepat dinyatakan dengan:


Pukul berapa sekarang?


Pada kedua contoh kalimat di atas, seringkali orang Indonesia bisa mengerti apa yang dimaksud oleh penanya. Sehingga jawaban yang diberikan pun sesuai dengan maksud kedua pertanyaan tersebut.


Kata jam sebetulnya lebih tepat digunakan untuk menyatakan rentang waktu, bukan untuk menunjukkan waktu terjadinya suatu kejadian. Misalnya,


Saya menulis artikel ini selama 1 jam.


atau,


Pesawat dari Jeddah tiba setelah menjalani 8 jam penerbangan.


Pola kalimat di atas bisa digunakan untuk menyatakan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh suatu kejadian. Perbedaan antara kata jam dan pukul bisa digambarkan secara lebih baik dalam beberapa kalimat berikut ini:


Ujian Akhir Semester sudah dimulai 1 jam yang lalu. Ujian ini dimulai pada pukul 8 pagi tadi dan akan berakhir pada pukul 11. Waktu yang diberikan bagi para peserta ujian untuk menjawab soal-soal adalah 3 jam.

Monday, 17 December 2007

Kudeta

Ini adalah kosa kata dalam bahasa Indonesia. Artinya kurang lebih sebuah usaha untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Asal muasal kata ini sebetulnya dari kosa kata bahasa Perancis yaitu


coup d'etat



Kata coup di baca [ku], tanpa terdengar sama sekali suara [p]-nya. Kata d'etat sebenarnya berasal dari kata de dan etat, yang secara gramatikal menunjukkan kepemilikan atau keterikatan etat kepada coup. Kedua kata ini digabungkan tanpa membunyikan dua bunyi [e] dan bunyi [t] pada akhir kata, sehingga dilafalkan sebagai [deta]. Sebagai satu kalimat, kedua kata tersebut diucapkan [ku deta].


Secara gramatikal, struktur ini mirip dengan rangkaian kata coup of the state dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Perancis, tidak ada aturan gramatikal state's coup. Untuk menunjukkan kepemilikan atau keterkaitan antara pemilik dengan benda atau hal yang dimiliki, bahasa Perancis menggunakan struktur something of the owner.


Hal yang menarik dari topik posting kali ini adalah bahwa dalam bahasa aslinya, konsep penggulingan kekuasaan yang sah menggunakan dua kata. Ketika diserap ke dalam bahsa Indonesia, dua kata ini melebur menjadi satu kosa kata saja.

International Language

English is known as International Language. I think there is a de facto, widely accepted, International Language other than English. What is that?

Body Language.

Thursday, 29 November 2007

Damai BersamaMu (Chrisye)

Aku termenung di bawah mentari
Di antara megahnya alam Ini
Menikmati indahnya kasihMu
Kurasakan damainya hatiku

SabdaMu bagai air yang mengalir
Basahi panas terik di hatiku
Menerangi semua jalanku
Kurasakan tenteramnya hatiku

Reff;
Jangan biarkan damai ini pergi
Jangan biarkan semuanya berlalu
Hanya pada-Mu Tuhan
Tempatku berteduh
Dari semua kepalsuan dunia

Bila ku jauh dari Diri-Mu
Akan kutempuh semua perjalanan
Agar selalu ada dekat-Mu
Biar kurasakan lembutnya Kasih-Mu

Bila ku jauh dari Diri-Mu
Akan kutempuh semua perjalanan
Hanya pada-Mu Tuhan
Tempatku berteduh
Dari semua kepalsuan dunia

Monday, 26 November 2007

Nikmatnya Bebek

Postingan kali ini cukup berkaitan dengan bahasa, walaupun sebenarnya ini sebuah lelucon. Saya mendapatkan lelucon ini pertama kali dari salah seorang mahasiswa saya.

"Apa yang enak dari Bebek?", tanyanya suatu hari.

Kami semua di lab mencoba untuk memberikan jawaban.

"Bebek enak kalo digoreng."

"Yang enak dari bebek bulunya. Bisa buat korek kuping."

Berbagai jawaban lain dilontarkan, tapi tak ada satu pun yang berhasil.

Akhirnya, keluarlah jawaban yang benar.

"Yang enak dari Bebek adalah huruf 'B'-nya."

Kami pun terheran-heran. Huruf B? Apa kaitannya huruf B dengan kenikmatan bebek?

Akhirnya mahasiswa saya melengkapi penjelasannya, "Coba huruf 'B' dihapus dari tulisan Bebek. Jadinya kan nggak enak."

Saturday, 24 November 2007

True Relationship (a poem)

I got this from one of mailing list I subscribed. If you have any information about the original creator of this poem, please let me know. I put it here to share it with the world.

cheers,



Share with you a meaningful poem 'True Relationship"


Sweet words are easy to say
Sweet things are easy to buy
But sweet people are difficult to find

Life ends when U stop dreaming
Hope ends when U stop believing
Love ends when U stop caring
Friendship ends when U stop sharing
So share this with whom ever U consider a friend

To love without condition
To talk without intention
To give without reason
And to care without expectation
Is the heart of a true relationship

Wednesday, 21 November 2007

Mana yang Bener?

What do I do at my spare time?

atau

What do I do in my spare time?

Monday, 22 October 2007

Salah ucap: China, Cina, Caina?

Bahasa Indonesia, menurut saya, adalah salah satu bahasa di dunia yang sangat mudah dipengaruhi oleh bahasa media. Maksud saya dengan bahasa media adalah ragam bahasa yang digunakan untuk menyampaikan kabar berita di media massa, baik itu televisi, radio, koran, tabloid, atau majalah.

Salah satu contoh pengaruh yang dialami bahasa Indonesia adalah pengucapan beberapa kata yang tidak mengikuti kaidah pengucapan bahasa Indonesia yang berlaku.

Contoh pertama saya ambil dari judul artikel ini. Negeri Cina dalam bahasa Indonesia ditulis dengan empat huruf C, I, N, dan A. Tapi entah sejak kapan, berbagai media massa tulis menambahkan huruf H setelah huruf C, dan kemudian, reporter televisi ikut-ikutan mengubah pengucapannya menjadi [caina].

Setahu saya, pengucapan ini dipengaruhi oleh pengucapan dalam bahasa Inggris untuk kata "chinese". Kok tiba-tiba saja kita kehilangan kepercayaan diri untuk mengucapkan kata "cina" seperti apa adanya yang sesuai dengan lidah bangsa Indonesia. Kenapa kok kita merasa lebih keren, lebih cool, kalau kita mengikuti pengucapan bahasa Inggris.

Tuesday, 24 July 2007

perlahan.. tapi pasti..

Kadang dia merasa sulit sekali berkonsentrasi.. setiap kali dia mulai membaca buku pelajaran, dia mulai dengan rasa senang dan minat untuk mengetahui isi buku. Tapi setelah waktu berlalu dua atau tiga halaman, konsentrasinya mulai buyar. Entah bagaimana kata-kata yang dia baca dan pahami mengingatkannya akan banyak hal yang harus dia kerjakan.

Walau demikian, dia selalu berusaha untuk mempertahankan konsentrasinya. Sedapat mungkin.. selama dia bisa..

Monday, 16 July 2007

My Favourite Place...

Sore hari.. duduk di pinggiran pagar, melihat orang dan kendaraan yang lalu lalang di jalanan, sambil menikmati sisa bekal hari ini. Menikmati saat-saat ketika matahari perlahan-lahan mulai turun di ufuk barat.. setelah lelah bekerja seharian..

Tuesday, 19 June 2007

You've Got A Friend (Carole King)

When you're down in troubles
And you need some love and care
And nothing, nothing is going right
Close your eyes and think of me
And soon i will be there
To brighten up even your darkest night
You just call out my name

And you know wherever I am
I'll come running to see you again
Winter, spring, summer or fall
All you got to do is call
And I'll be there
Yes I will

You've got a friend
If the sky above you
Grows dark and full of clouds
And that old north wind begins to blow
Keep your head together
And call my name out loud
Soon you'll hear me knocking at your door
You just call out my name

And you know wherever I am
I'll come running to see you again
Winter, spring, summer or fall
All you have to do is call
And I'll be there

Ain't it good to know that you've got a friend
When people can be so cold
They'll hurt you and desert you
And take your soul if you let them
Oh, but don't you let them
You just call out my name

And you know wherever I am
I'll come running to see you again
Winter, spring, summer or fall
All you have to do is call
And I'll be there
You've got a friend

Monday, 23 April 2007

Nasib Pekerja Urban

Dan tiba-tiba aku menyadari kalau aku bisa tidur lebih nyenyak di bangku bis daripada di kasur di kamarku.

Sunday, 25 March 2007

Pelajaran dari Seorang Teman

Minggu, 7 safar 1428

Di kantor, ada beberapa teman yang punya sifat suka mementingkan diri sendiri. Kemarin aku diminta untuk menjadi ketua pengurus kepanitiaan. Salah seorang temanku bersilat lidah agar dia tidak masuk di dalam kepanitiaan.

Teman yang satu ini memang suka mementingkan diri sendiri. Kalau soal uang, dia jadi nomor satu. Tapi kalau bicara tanggung jawab, dia tak mau maju. Dengan berbagai kilah dan alasan, dia berusaha agar orang lain yang maju di depan. Dia cukup ikut di belakang. Walau pun belum pernah terjadi, seandainya ada hal yang merugikan bagi kepanitiaan, temanku ini bakalan lari tunggang langgang cari selamat. Biar ketua panitia yang menanggung masalah.

Sekilas, sifat temanku ini memang tidak enak, terutama buatku. Tapi kuambil saja manfaatnya. Suatu saat nanti aku harus menghadapi resiko yang dihadapi keluargaku. Aku harus berani maju membela istri dan anak-anakku. Persiapan mental seperti ini kuyakin tak didapat olehnya. Dia terbiasa melepas tanggung jawab daripada maju pantang menyerah menghadapi resiko terburuk yang mungkin muncul.

Semoga Allah memberiku bimbingan selalu ketika resiko terburuk itu harus kuhadapi. Semoga Allah memberi pendamping di sisiku, seseorang yang mampu memberikan dukungan moril menghadapi konsekuensi yang muncul sebagai akibat pilihanku mengambil resiko.

Saturday, 24 March 2007

Aku Bukan Pilihan - Iwan Fals

Kini ku mengungkap tanya
Siapakah dirinya
Yang mengaku kekasihmu itu
Aku tak bisa memahami

Ketika malam tiba
Kurela kau berada
Dengan siapa kau melewatinya
Aku tak bisa memahami

* Aku lelaki tak mungkin
Menerimamu bila ternyata kau mendua
Membuatku terluka

Tinggalkan saja diriku
Yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih
Aku bukan pilihan

Slalu terungkap tanya
Benarkah kini dia
Wanita yang kukenal hatinya
Aku tak bisa memahami

Tak perlu kau memilihku
Aku lelaki.. bukan tuk dipilih

Tuesday, 6 March 2007

different world

what if there is a living species that can see through solid walls? For them, solid walls are just like transparent glass.

Saturday, 24 February 2007

Indo Translator

Situs IndoTranslator menyediakan perangkat lunak untuk penterjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Saya belum bisa memberikan komentar, karena proses download-nya cukup rumit dan berbelit-belit. Namun bagi yang ingin mencoba, silakan klik judul artikel ini.

Friday, 23 February 2007

all alone

Kadang aku ngerasa begitu kesepian
Nggak ada temen ngomong
Ngomong apa aja

Di saat aku butuh temen
Di saat aku ngerasa cemas
Di saat aku ngerasa takut kehilangan

Hanya Allah yang kujadiin tempat berserah diri
Tempat di mana aku bisa mencurahkan kekhawatiran
dan kecemasan yang kurasain di dalam hati

Wednesday, 7 February 2007

Anagram

Blog Spot?

or Blog Post?

Glob?

Stop Post?

Glob Blog?

Stop Blog?

Wednesday, 11 October 2006

Monday, 28 August 2006

Perihal Istilah Baku Tenologi Informasi

(About Information Technology Standard Term)

Sebagai sebuah bangsa, Indonesia banyak dikenal sebagai bangsa yang multi kultur, multi budaya, dan multi-multi lainnya. Secara alamiah, bangsa Indonesia sudah dihuni oleh suku-suku bangsa yang beraneka jumlah dan ragamnya. Namun, di samping itu, bangsa Indonesia juga tinggal di sebuah negeri yang memiliki posisi strategis geografis berada di semacam `perempatan' lalu lintas dunia. Posisi ini ikut berperan dalam memultikulturkan bangsa Indonesia dengan berbagai pertemuan dengan kultur, budaya, dan bahasa bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.

Hal ini bisa dibuktikan dengan kekayaan kosa kata Bahasa Indonesia yang merupakan hasil pemikiran pengguna bahasa itu sendiri. Bahasa Indonesia kaya dengan kosa kata yang berasal dari bahasa-bahasa daerah, utamanya bahasa Melayu dan Jawa (contoh: Induk semang, Inang, Lengser, Apik). Namun, bahasa Indonesia juga kaya dengan kosa kata serapan dari berbagai bangsa di dunia ini.

Sebutlah contoh `Boneka', sebuah kata yang diambil dari bahasa Portugis. Contoh lain bisa disebut `Tuan' dan `Nyonya', yang diambil dari bahasa Cina. Beberapa contoh lain lagi bisa disebutkan di sini jika anda mau. Namun bagaimana pun bahasa Inggris lah yang punya pengaruh cukup besar, terutama jika kita lihat dari pengaruh globalisasi budaya dan teknologi, khususnya teknologi informasi.

Sebagaimana kita ketahui, perkembangan bidang ilmu Teknologi Informasi (Information Technology) bermula dan berkembang di benua Eropa dan Amerika, yang nota bene (coba tebak, dari bahasa mana kosa kata `nota bene' ini?) menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Karenanya, bukanlah hal yang aneh jika kemudian dalam bahasa sehari-hari kita sering mendengar ucapan yang tercampur baur antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris.

``Eh..lu udah baca e-mail gue belon?''

``Man.. ayo dong ente ikutan conference ama temen-temen''

``Sambil nunggu jalanan sepi, ntar pulang kantor gue mo download mp3 dulu ah..''

Dalam bahasa sehari-hari tentu saja ungkapan campur baur seperti itu tak dapat dihindari dan dikendalikan. Penggunaan kosa kata adalah merupakan ekspresi dasar manusia, sama seperti pengungkapan perasaan dalam bentuk musik atau lukisan. Dalam penggunaan bahasa baku, upaya menterjemahkan istilah-istilah semacam tersebut di atas ke dalam bahasa Indonesia sudah mulai sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu contoh perintis ke arah pembakuan istilah adalah yang dilakukan oleh Rahmat M. Samik-Ibrahim, salah seorang staf pengajar di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Daftar istilah yang diusulkan untuk dibakukan terjemahan bahasa Indonesianya, dapat ditengok di sini.

Upaya standardisasi semacam ini perlu dihargai dan disebarluaskan kepada khalayak pengguna teknologi informasi, agar kita sebagai sebuah bangsa dapat memiliki kepercayaan diri menggunakan bahasa milik bangsa sendiri, Bahasa Indonesia. Melalui pembakuan terjemahan istilah, kita dapat mengatakan, ``Anda boleh mengunduh artikel ini untuk anda cetak''. Tanpa pembakuan, anda akan mengatakan, ``Anda boleh men-download artikel ini untuk anda print''.

Sebagai penutup, bisa saya sampaikan sebuah hal menarik yang masih berkaitan dengan Bahasa Indonesia dan patut diketahui oleh khalayak luas. Ketika saya menulis artikel ini, saya menggunakan perangkat pencari Google. Ketika saya memasukkan ``Bahasa Indonesia'' ke dalam kotak pencarian, salah satu tautan (link) yang diberikan oleh Google adalah Kamus Elektronik Bahasa Indonesia, yang disusun oleh tim peneliti MMTS (Multilingual Machine Translation System) di BPPT. Salah satu manfaat yang bisa diambil dari perangkat online (sampai dengan artikel ini ditulis pertama kali, entri online belum ada padanan kata bakunya) ini adalah kita bisa memeriksa ejaan baku bahasa Indonesia. Silakan anda coba dengan menjawab pertanyaan berikut ini:

Mana yang benar:
1. Kualitas atau Kwalitas?
2. Algoritme atau Algoritma?

- Draft v.0 20060828

Thursday, 10 August 2006

Rencanakanlah kegiatan untu hari esok. Mulailah menjalankan rencanamu dengan meminta ijin kepada penguasa alam semesta, karena hanya Dia-lah yang menguasai jiwamu sepanjang hari yang akan kau lalui.

Jika rencanamu berjalan dengan baik, Alhamdulillah, berterimakasihlah kepadaNya karena dengan Kasih dan Sayangnya, dia mengijinkanmu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Bersyukurlah dengan memperbanyak ibadah. Seringan-ringan ibadah adalah tersenyum kepada sesama saudaramu.

Jika ada hal-hal lain yang menghalangi rencanamu, maka bersabarlah. InsyaAllah Allah memberikan rahmat pahalaNya untukmu. InsyaAllah Allah berkenan menghapus dosa-dosa dan kesalahan-kesalahanmu.

Thursday, 6 July 2006

Sapu Lidi Udin

Malam semakin larut ketika aku mulai melangkahkan kaki di sepanjang jalan berdebu kota ini. Aku memutuskan pulang berjalan kaki. Entah apakah kakiku masih kuat menghantarkan tubuhku berjalan sejauh itu. Kuputuskan berjalan kaki pulang untuk mencoba melupakan apa yang telah kualami siang tadi. Harapanku kegiatan fisik dapat mengurai pikiranku yang kusut.

Aku berjalan secepat yang aku bisa. Sekitar tiga perempat jam kemudian aku mulai merasa lelah. Kakiku mulai terasa berdenyut-denyut minta istirahat. Kuperlambat ayunan langkahku, menuju tempat terdekat di mana aku bisa duduk memberi kesempatan kakiku untuk beristirahat.

Aku pilih sebuah halte bus di dekat gang menuju sebuah pemukiman kumuh. Letaknya agak memojok menyendiri, beberapa meter dari sebuah warung rokok. Sengaja kupilih halte ini agar aku dapat beristirahat sambil menenangkan pikiran dan menghindari gangguan orang yang lalu lalang. Syukurlah, halte pilihanku ini tak seramai halte-halte lain.

Kubuka bekal sebuah botol air yang sudah kupersiapkan dari kantor. Kunikmati hembusan angin malam berdebu mendinginkan tubuhku yang sudah sedikit berpeluh. Segar kurasakan tiupan angin setiap kali ada kendaraan yang lewat melintas. Bus besar dan kecil, kosong atau sarat penumpang.. kendaraan pribadi, mewah atau murah.. dan beberapa kali melintas kendaraan bermotor roda dua.

Pikiranku mulai terasa lebih tenang. Tubuhku yang terasa lelah mulai kembali mendapatkan kekuatannya setelah kuberi minum beberapa teguk air. Aku baru akan berdiri melanjutkan perjalanan ketika sebuah bus yang tampak kosong mendekat ke arah halte. Di pintu bus kulihat seorang anak kecil tanpa alas kaki memegang sebuah sapu lidi tampak hendak turun.

Ketika anak itu melompat turun dari bus, semakin jelas terlihat coreng-moreng debu jalanan di wajah dan kakinya. Tak berbeda jauh dibandingkan kaos yang dikenakannya. Entah sudah berapa lama kaos itu tak bersentuhan dengan air dan deterjen, gambar logo salah satu klub sepakbola Eropa yang menghiasi kaos itu tampak mulai memudar. Celana pendek yang dikenakannya jauh lebih kotor lagi, tak jelas apa warna aslinya. Aku merasa beruntung masih bisa duduk di kursi halte berlapis keramik murahan tanpa mengotori celana panjangku. Anak ini mungkin lebih sering duduk di trotoar pinggir jalan. Tidak aneh kalau celananya begitu kotor.

Aku mengurungkan niatku melanjutkan perjalanan. Sapu lidi kecil yang dipegang anak tadi membuatku penasaran. Biasanya anak jalanan seumuran dia lebih memilih mengamen dengan alat musik sangat sederhana terbuat dari beberapa bekas tutup botol yang dipakukan pada sepotong kayu. Kuperhatikan wajah dan tubuh kecilnya yang kusam berdebu. Kutaksir umurnya baru sekitar lima atau enam tahun.

Begitu turun dari bus, tanpa mempedulikan kotor atau tidak dia langsung duduk di samping halte, beberapa jengkal di samping tempatku duduk. Aroma badannya yang berbau asam dapat kurasakan menggelitik penciumanku. Seperti tak perduli dengan keberadaanku, dia mengeluarkan beberapa lembar uang ribuan dan beberapa keping uang logam dari saku celananya.

Aku semakin penasaran. Dari mana dia bisa mendapatkan uang recehan itu? Mungkin uang itu didapatkannya dari mengamen bersama temannya. Namun sedari tadi ketika dia masih ada dalam bus, tak terlihat anak kecil lain bersamanya. Mungkin alat musik ecek-ecek dibawa oleh temannya. Atau mungkin teman anak ini sudah turun lebih dulu di halte sebelumnya.

Aku belum sempat membuka mulut menyapa anak ini untuk menjawab rasa penasaranku, ketika dia sudah lebih dulu bersuara. Dia lebih berbicara kepada dirinya sendiri daripada berbicara kepada orang lain. Dia tampak masih tak perduli dengan keberadaanku. Mungkin dia terlalu asyik dengan pikirannya sendiri sampai-sampai tak ambil pusing dengan kejadian di sekelilingnya. Dia asyik dengan kesibukannya, berbicara kepada dirinya sendiri. Bahkan tak perduli kemungkinan adanya tukang palak di halte ini yang mungkin bisa merampas uang receh yang tak seberapa besar nilainya itu. Dia bergumam, namun apa yang dikatakannya dapat kudengar dengan jelas. Bising kendaraan yang lalu lalang semakin berkurang dengan semakin larutnya malam. Warung rokok di dekat halte pun mulai tutup dan ditinggalkan oleh pemiliknya.

``Alhamdulillah.. Udin dapet rejeki hari ini''. Tangan si Udin mengelompokkan uang yang didapatnya dalam nilai-nilai pecahan yang sama. ``Mudah-mudahan Emak bisa ngedapetin lidi yang banyak hari ini..
biar sapu Udin makin gede..''

Rupanya ibu si Udin juga mencari nafkah, entah dengan cara apa, setidaknya dia mencoba mencarikan sapu lidi baru atau bekas yang lebih besar buat anaknya. Namun aku kagum, anak sekecil Udin sudah mampu mengucap syukur walau hanya mendapatkan rejeki yang nilainya tak seberapa.

``Kalo sapu Udin gede, Udin bisa nyapu lebih banyak.. Udin bisa dapet uang lebih banyak.. Kalo uang Udin udah banyak, Udin mau beliin rumah buat Emak.''

Terenyuh hatiku mendengar kata-kata si Udin, anak jalanan yang mencari uang dengan menjual jasa menyapu. Entah kapan impiannya akan dapat terwujud, bisa membelikan rumah buat Emaknya. Ketika tabungan uangnya semakin bertambah, entah berapa banyak kenaikan harga rumah di negeri ini, membuat impian Udin dan orang-orang yang senasib dengannya semakin jauh tertinggal di belakang.

Aku berdiri, sambil tetap memperhatikan tingkah laku si Udin kecil. Tampaknya hempasan kehidupan yang dirasakannya jauh lebih besar daripada apa yang telah kualami. Kerasnya kehidupan membuat Udin tetap tak peduli dengan keberadaanku di sampingnya.

Kurogoh saku celanaku, kugenggam beberapa helai uang ribuan yang semustinya kugunakan untuk ongkos pulang ke rumah. Ada ragu kurasakan, apakah kuberikan semua uang yang ada dalam saku celanaku buat Udin. Badanku yang letih memaksa pikiranku untuk mengurungkan niat memberi sedekah buat Udin. Tapi hatiku berkata lain. Udin dan Emaknya, dan mungkin saudara-saudara Udin yang lain, lebih membutuhkan uang yang kugenggam daripada aku. Biarlah aku pulang malam ini dengan melanjutkan jalan kaki.

Perlahan-lahan kudekati si Udin kecil, kuberikan uang kepadanya. ``Dik..ini sedikit uang buat adik''

Udin baru menyadari kalau ada orang di dekatnya. Dia tampak terkejut. Udin tak berbicara sepatah kata pun, dia hanya terdiam, berkali-kali memandangi wajahku dan uang yang ada di telapak tanganku. Akhirnya kuraih salah satu tangannya dan kugenggamkan uang pemberianku di tangannya yang hitam dan kotor.

``Ditabung ya..berikan buat Emak di rumah'', kataku sambil perlahan berdiri.

Aku mulai melangkah pergi. Belum terlalu jauh, terdengar suara Udin berteriak di belakangku, ``Terima kasih ya Om! Terima kasih banyak!''

Aku balikkan badan ke halte. Kulihat Udin berdiri sambil memegang tumpukan uang di depan dadanya. Kulihat matanya tampak berkaca-kaca, dengan sedikit sunggingan senyum di wajahnya.

Aku tersenyum, kulambaikan tangan sebagai tanda berpisah. Air mata pun meleleh mengalir di kedua pipi Udin, menambah lagi coreng-moreng di mukanya. Kuucapkan salam. Udin tak kuasa menahan tangis haru. Dengan terbata-bata dibalasnya salamku, ``Wa.. alaikum.. salam.. wa rah..matullah..''

Udin kecil pun menjejalkan uang recehan yang digenggamnya ke dalam saku celana, kemudian dia ambil sapu lidi kecilnya dan sambil tetap menangis berlari ke arah gang gelap di belakang halte, mengarah ke perkampungan kumuh di belakangnya. Kudengar tangis haru Udin semakin menghilang di gelapnya malam.

``Ah.. Udin.. semoga Allah mengabulkan keinginanmu..'', kataku dalam hati. Tambahan rejeki tak seberapa dari orang semacam aku sudah membuatnya girang bahkan terharu.

Aku pun melanjutkan perjalanan pulang. Masih jauh jalan yang harus kutempuh untuk sampai ke rumah dengan berjalan kaki. Aku mulai memikirkan kata-kata apa yang kusampaikan kepada istriku tengah malam nanti, mengabarkan bahwa suaminya ini diPHK tadi siang.

Jakarta, 10 Jumadil Akhir 1427

Tuesday, 2 May 2006

Hari Pendidikan Nasional 2006

Kangen juga rasanya nulis-nulis di belakang meja kayu. Tangan kanan bergerak lincah memandu alat tulis menorehkan angka dan kata. Tangan kiri ditekuk di atas meja, di antara dada dan pinggiran meja, agar dada tidak sakit terkena pinggiran meja kayu.

Mendengarkan cerita bapak dan ibu guru, menyimak soal yang diberikan, berteriak gembira ketika lonceng tanda istirahat berbunyi nyaring. Bermain bersama kawan-kawan, bercerita tentang film serial yang diputar di TVRI malam hari sebelumnya.

Bergiliran mengantri meminjam buku di perpustakaan. Membayangkan asyiknya mengelana berkeliling nusantara dan dunia bersama tokoh-tokoh dalam buku cerita yang dipinjam.

Selamat hari Pendidikan Nasional. Terima kasih banyak buat ibu dan bapak guru. Jasamu sungguh tak ternilai.