Thursday, 18 February 2010

Ketaksaan Kata-kata dalam Layanan Pesan Singkat (SMS)

Suatu kali, saya menerima kiriman pesan pendek (SMS) dari salah seorang teman saya. Isinya begini

gw abis jln2 trs bli skt gigi


Pertama kali membaca pesan pendek itu, saya terheran-heran, kok bisa-bisanya sakit gigi dibeli. Toko mana yang menjual sakit gigi?

Rupa-rupanya, pesan pendek yang dipendekkan bisa menimbulkan ketaksaan yang kadang-kadang bisa membingungkan. Anda pernah mengalami hal serupa?

Wednesday, 17 February 2010

Testing Google Mail Transliteration

This was written using GMail transliteration
بسمالله الرحمن الرحيم

Thursday, 10 December 2009

Bukan Jutawan

Aku ini bukan jutawan.
Aku tak punya banyak uang.

Yang aku punya hanya recehan.
Maka panggillah aku Recehwan.

Monday, 16 November 2009

Di balik Kabareskrim

Sadarkah anda, bahwa "Kepala Badan Reserse dan Kriminal", disingkat (atau lebih tepatnya diakronimkan) sebagai Kabareskrim, dalam bahasa Indonesia dapat dibaca sebagai tiga kata:

Kabar Es Krim

Friday, 13 November 2009

Sepenggal Hari

Alhamdulillah, seruan pujian hanya untuk Allah, pagi ini aku masih bisa menikmati satu lagi penggalan hari, dari bertahun-tahun waktu yang telah aku lalui dalam hidup.

Bismillah, dengan menyebut nama Allah, penggalan hari ini kuisi dengan cicilan amal yang kutabung, untuk mengisi pundi-pundi timbangan mizanku di hari akhir nanti.

Persembunyian RJ

Negeri cak Luri sedang heboh-hebohnya. Rakyat semakin tidak percaya kepada presidennya. Rakyat semakin tidak percaya kepada wakil-wakilnya di lembaga perwakilan rakyat (LPR). Bukan, bukan DPR. Sebab, di negeri cak Luri, DPR itu artinya Dewan Perampok Rakyat. Sungguh!

Belum lagi soal ketidakpercayaan rakyat terhadap para penegak hukum. Sebutlah kasus yang diduga menjatuhkan petinggi lembaga pemberantas korupsi (LPK). Sejak awal kasus bergulir, ada satu saksi kunci, RJ nama inisialnya, yang hilang entah ke mana. Masih cukup segar dalam ingatan cak Luri, betapa si RJ ini disembunyikan oleh penegak hukum, entah dengan alasan apa. Baru beberapa hari belakangan RJ dimunculkan di pengadilan, memberikan kesaksian.

Jangan-jangan, pikir cak Luri, RJ memberikan kesaksian di bawah ancaman.

Makin hancur saja negeri cak Luri.

Wednesday, 11 November 2009

Duhai Pahlawanku

Ketika
Pahlawan Reformasi lebih beken
daripada Pahlawan Nasional

Ketika
Pahlawan Reformasi lebih beken
daripada Pahlawan Revolusi

Maka Hari Pahlawan
Sepi
Tanpa ritual
Tanpa upacara

Bulan Mei
Lebih meriah
dengan ritual
dan upacara

Titik Energi Microsoft

..adalah terjemahan bebas dari Microsoft Power Point.

I kinda like that. Cool.

Friday, 6 November 2009

Langgan

Kata "langgan" itu dalam bahasa Indonesia termasuk kata baku atau tidak? Menurut situs KBBI Online, kata ini memang ada terdaftar di dalam KBBI. Jika entri kata "langgan" dimasukkan sebagai entri pencarian, maka hasil yang didapat adalah kata-kata berikut:
  • ber-lang-gan, verba, berjual beli secara tetap;
  • ber-lang-gan-an, verba, mengadakan jual beli secara tetap;
  • me-lang-gani, verba, berlangganan kepada seseorang;
  • lang-gan-an, nomina cak, pelanggan; berlangganan;
  • pe-lang-gan, nomina, orang yang membeli (menggunakan dsb) barang (surat kabar dsb) secara tetap
Dari daftar kata-kata tersebut, ternyata kata turunan "me-lang-gan" tidak tercantum. Demikian pula, jika dicermati, entri yang tercantum di dalam KBBI online adalah "me-lang-gani". Apakah ada kesalahan ketik sehingga akhiran "-i" tercantum sebagai bagian dari kata "me-lang-gan"? Ataukah sesungguhnya yang dimaksud memang benar kata "me-lang-gan-i"?

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini bisa dieksplorasi dengan mencoba menjaring (crawling) dokumen-dokumen teks berbahasa Indonesia yang tersebar di internet. Dengan sedikit bantuan Google, didapatkan beberapa tautan yang mencantumkan kata "melanggan" dalam berbagai konteks. Jika dilihat sekilas, kata "melanggan" tampaknya digunakan sebagai terjemahan dari bahasa Inggris "subscribe".

Hal yang menarik dari pengamatan sederhana ini adalah, apakah kita bisa melakukan justifikasi apakah sebuah kata itu baku atau tidak dengan menjaring dokumen-dokumen yang tersebar di internet? Permasalahannya salah satu di antaranya tentu saja adalah dokumen-dokumen tersebut belum tentu ditulis dengan mengikuti dan memperhatikan kaidah penulisan bahasa Indonesia baku. Jika kita menggunakan Google, hasil yang kita dapatkan akan cenderung subjektif karena semakin banyak dokumen yang ditulis dengan kaidah tidak baku, maka kita dapat mengambil kesimpulan yang tidak tepat.

Thursday, 5 November 2009

Negeri Para Bedebah

(dikutip dari situs Rakyat Merdeka)

oleh Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Tak Tahu Aku Harus ke Mana

Wahai Tuhanku, tak tahu aku harus ke mana. Aku mencoba memahami kekuasaanMu yang begitu luas. Aku mencoba memahami ilmu dan kebijaksanaanMu yang penuh dengan makna. Ampuni aku ya Rabb, jika aku memahami ilmuMu dengan pemahaman yang salah. Jangan panggil aku sebelum aku memahami kebenaranMu, ijinkan aku memahami cintaMu.

Kurasakan cinta dan sayangMu setiap hari, ketika kumulai hari-hariku di pagi hari setelah aku terlelap dari istirahat malamku. Kurasakan cinta dan sayangMu setiap saat, bahkan ketika aku terbaring melepas lelah di malam yang sunyi, ketika jiwaku berada dalam genggamanMu.

Aku mencoba memahami ilmuMu dengan memperhatikan kejadian-kejadian di seputar kehidupanku. Aku tak mengerti mengapa sebagian orang melaksanakan tuntunan suci utusanMu setengah hati. Mungkin kemampuan mereka yang terbatas membuatnya begitu, sama seperti diriku yang tidak terbebas dari rasa malas, rasa dengki, rasa tinggi hati.

Aku tak mengerti ketika utusanMu mengajarkan kesabaran, sebagian kami masih marah-marah. Aku tak mengerti ketika utusanMu mengajarkan untuk tidak mencela orang lain, sebagian kami masih mencibir kekurangan orang lain dengan sengit. Sesungguhnya mereka pun manusia yang sama denganku, makhluk-makhluk yang tak lepas dari ketidaksempurnaan.

Ampuni aku ya Allah, jika aku merasakan kemarahan dalam hatiku ketika mendapati sebagian hambaMu berlaku di luar ajaran dan tuntunanMu.

Lindungi aku ya Allah, dari rasa dengki dan tinggi hati. Sesungguhnya aku tak memiliki hak sedikitpun untuk merasa lebih baik atau lebih sempurna daripada orang-orang lain. Hanya Engkaulah yang berhak menyombongkan diri, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Maha Bijaksana.

Thursday, 29 October 2009

Pertanda

Entah kenapa, pada suatu hari cak Luri riang bukan kepalang. Bawaannya bercanda terus. Teman-teman di kantor dia berikan teka-teki yang membuat mereka tertawa. Teman-teman di ranah maya pun dia sapa dengan sapaan bercanda penuh tawa.

Cak Luri sendiri merasa aneh bukan kepalang. Bukan biasanya dia merasa keriangan seperti ini. Pasti ada apa-apanya, pikirnya dalam hati.

Entah ada hubungannya atau tidak, ketika cak Luri berhasil naik kereta api yang membawanya pulang ke rumah pada malam harinya, cak Luri baru menyadari bahwa telepon genggamnya yang ada di kantong celana hilang. Memang, sebelumnya dia sempat berlari-lari ke arah stasiun kereta api karena waktu kedatangan kereta sudah sangat dekat. Mungkin teleponnya terjatuh dari saku celana ketika cak Luri berlari, tambahan lagi pikirannya berkonsentrasi pada lalu lalangnya orang di jalanan pasar agar dia tidak menabrak orang lain.

Anehnya, menyadari telepon genggam kesayangannya hilang, cak Luri tak merasa kehilangan. Mungkin karena sudah seharian sejak pagi dia merasa riang bukan kepalang. Bercengkerama dengan rekan-rekan di kantor, juga dengan rekan-rekan ranah dunia maya membuat cak Luri bersyukur bukan kepalang.

Untung hanya telepon genggamnya yang hilang, bukan teman-temannya yang baik hati dan selalu menemaninya sepanjang perjalanan karirnya di kantor.

Sinetron Antah Berantah

Tersebutlah sebuah negeri, di mana sinetron tak bermutu terus diputar demi mengejar rating. Cerita yang seharusnya sudah berakhir dipaksakan berlanjut dengan pemunculan tokoh-tokoh baru, alur cerita yang dipaksakan dan tidak masuk akal. Apapun diupayakan agar iklan terus datang mengalir, mendatangkan rejeki bagi mereka yang terlibat di dalam produksi sinetron. Utamanya para artis yang entah dari mana datangnya, siapa riwayatnya, asal punya nama berbau-bau Western atau Indo, wajah cantik dan tampan, jadilah dia kecipratan rejeki iklan yang menumpang tingkat rating tinggi dari sinetron yang bersangkutan.

Mungkin kondisi yang sama terjadi pada kehidupan nyata negeri itu, ketika skenario tak masuk akal dan dipaksakan dibuat, untuk memangkas kekuasaan lembaga pamungkas yang punya potensi memangkas rejeki para koruptor tengik yang entah dari mana datangnya, siapa riwayatnya, asal punya kuasa dan dana, membungkam mulut para hakim dan polisi yang kelaparan karena gaji bulanan mereka tak cukup memberi makan anak istri.

Menulis kekesalan di blog pun terancam penangkapan, dengan alasan yang dicari-cari, dengan alasan mencemarkan nama baik.

Mau dibawa ke mana negeri itu?

Wednesday, 28 October 2009

Visitasi Asesor

Suatu kali, universitas tempat saya bekerja ikut dalam kompetisi untuk mendapatkan bantuan hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Yang memberikan hibah tidak lain dan tidak bukan adalah Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Diknas). Hibah ini ditujukan bagi program PKM yang melakukan kontribusi dengan tim mitra. Tim universitas kami tahun ini mengajukan proposal untuk membentuk sebuah portal e-commerce bagi rekan-rekan yang bergerak dalam bidang Usaha Mikro dan Kecil-Menengah (UMKM). Di dalam proposal, kami mengajukan salah satu institusi yang merupakan perwakilan bidang UMKM ini.

Kompetisi dilakukan melalui perjalanan panjang beberapa kali seleksi. Pada tahap akhir, seleksi dilakukan dengan kegiatan Visitasi, yaitu kunjungan dari seorang penilai yang ditugaskan oleh Dikti ke universitas kami. Pada hari yang telah ditentukan, tim mitra dan tim kami sendiri mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran bapak Asesor.

Sang penilai, disebut dengan jabatan Asesor, rupanya ditugaskan tidak hanya ke satu tempat saja. Pada hari yang telah ditentukan kami seluruh tim dari universitas telah mempersiapkan diri menunggu kehadiran bapak Asesor ini. Salah satu rekan saya, ditugaskan untuk menjemput bapak Asesor, karena beliau bukan orang asli Jakarta, jadi seluk beluk jalan menuju universitas kami tentu perlu dipandu.

Rencananya bapak Asesor hadir pukul dua siang hari. Maka tim penjemput, dua orang rekan saya, bersiap-siap berangkat ke tempat yang telah dijanjikan.

Pada pukul dua, kami belum mendapatkan kabar apa-apa, baik dari bapak Asesor maupun dari rekan kami. Maka kami pun mencoba menghubungi mereka. Rupanya, bapak Asesor terlambat tiba di Jakarta. Dan karena beliau harus melakukan penilaian, alias visitasi, ke tiga tempat berbeda, maka keterlambatannya hadir di tempat pertama membuat jadwal visitasi ke tempat kami pun menjadi tertunda. Ketika kami hubungi dua orang rekan yang bertugas menjemput, mereka mengabarkan bahwa mereka sedang beristirahat di masjid dekat lokasi penjemputan.

Setelah itu, ketua tim kami menghubungi perwakilan dari tim mitra. Ketua tim kami berkata, "Santai saja pak, asesornya masih di tempat lain, karena beliau tadi pagi datang terlambat."

Kemudian, ketua tim kami pun menambahkan, "Kalau bisa, bapak cari masjid saja pak."

Sejurus ada jeda dalam pembicaraan telpon pak ketua, sebelum kemudian beliau melanjutkan lagi, "Kalau sudah ketemu masjidnya, bapak istirahat saja dulu di sana. Nanti saya kabari lagi kalau asesornya sudah siap."

Wednesday, 14 October 2009

Hidangan Pekerjaan

Menyelesaikan pekerjaan adalah serupa dengan menikmati hidangan yang tersaji di meja makan. Lebih nikmat rasanya menghabiskan hidangan lezat sedikit demi sedikit, mencicipi setiap cita rasa yang dikandung oleh setiap jenis makanan yang tersedia.

Begitu pun dengan pekerjaan. Lebih nikmat rasanya menyelesaikan pekerjaan sedikit demi sedikit, sambil dinikmati cita rasa yang khas dari setiap tugas yang kita lakukan.

Sambil menikmati hidangan , kita bersyukur bahwa masih ada kesempatan bagi kita menikmati sekedar hidangan yang tidak seberapa. Masih banyak saudara-saudara kita yang karena berbagai macam sebab tidak bisa merasakan nikmatnya bekerja.

Monday, 17 August 2009

Merdekalah! Cintailah Bahasa Bangsamu!

Katakan "Indonesia Bersatu!"
Bukan "indonesia unite!"

Katakan "Perumahan"
Bukan "residence"

Katakan "Perumahan Pinggir Kali"
Bukan "river side residence"

Katakan "Pesta Es Krim"
Bukan "ice cream party"

Dirimu bukan orang Indonesia
Yang berjiwa sok ke-Inggris-inggris-an

Tunjukkan jati dirimu
Sebagai orang Indonesia

Tunjukkan jati dirimu
Sebagai orang merdeka

Kemerdekaan Sebuah Amplop

Cak Luri mangut-mangut kesal karena harus menunggu setidaknya tiga jam lagi. Dia kesal karena tak ada yang bisa dia lakukan. Membuang waktu cuma duduk-duduk saja membuatnya bosan. Ngobrol ngalor-ngidul dengan sesama rekan kerjanya juga tak menarik minatnya, sama-sama membuat bosan. Malas cak Luri mendengar obrolan itu-itu saja setiap kali nimbrung di acara tujuh belasan seperti hari ini.

Cak Luri dan kawan-kawannya masih harus menunggu beberapa jam sampai amplop dibagikan. Untuk itu panitia acara sudah mempersiapkan beberapa kegiatan, yang lagi-lagi, membuat cak Luri merasa bosan. Dari tahun ke tahun, tidak banyak perubahan. Kalo nggak lomba makan kerupuk, ya lomba balap karung. Kadang yang agak mewah sedikit ada parade baju daerah, yang kadang disewa dengan biaya yang tidak murah. Cak Luri tahu itu, karena beberapa tahun belakangan bisnis penyewaan baju daerah cukup banyak diminati beberapa orang, utamanya ibu-ibu rumah tangga.

Kalo panitianya kreatif, kadang ada juga lomba karaoke. Atau lomba masakan inovatif, seperti yang tahun ini diadakan di kantor cak Luri. Lomba menu makanan berbahan dasar singkong, begitu judulnya. Tapi, cak Luri juga tak berharap banyak dari lomba kreatif seperti itu. Paling banter kepala kantor cuma bilang lomba semacam ini bagus. Tindak lanjutnya dipertanyakan. Padahal kalau makanan-makanan berbahan dasar singkong itu dikomersialkan secara massal, bukan hanya bisa bikin rakyat punya lapangan pekerjaan, tapi juga bisa bikin negeri cak Luri merdeka dari ketergantungan pangan dari negara lain.

Merdeka secara ekonomis, merdeka karena rakyat bisa bekerja di negeri sendiri tanpa harus susah payah digebuki di negeri orang. Juga merdeka karena kita bisa makan di negeri sendiri, makan makanan berbahan dasar singkong.

Omong-omong soal kemerdekaan, cak Luri jadi mikir, "Kok aku jadi orang terjajah begini ya? Kenapa aku harus rela nungguin amplop dibagiin tiga jam lagi? Kenapa kepulanganku ke rumah harus tergantung dari sebuah amplop? Sebagai orang merdeka mustinya aku bisa bebas mau pulang kapan saja."

Padahal tetangga-tetangga cak Luri sudah menunggu di rumah, menunggunya untuk meramaikan acara lomba di kompleks rumah. Ya tapi itu tadi.. lombanya ya masih belum banyak berubah dari sejak cak Luri masih kecil dulu. "Kenapa ya nggak ada yang bikin lomba bikin program komputer? Atau bikin lomba penulisan ilmiah? Atau lomba bikin situs web? Khan canggih tuh.", pikir cak Luri dalam hati.

Untungnya ini cuma ngedumelnya cak Luri di dalam hati. Kalo sampe uneg-uneg ini dia tulis di blog atau e-mail, mungkin cak Luri malah bisa di-prita-kan sama kantornya. Kalaupun itu terjadi, paling-paling teman-teman kantor cak Luri akan bikin dukungan untuknya di facebook.

Isi dukungannya bukan "Bebaskan cak Luri!", tapi "Merdekakan cak Luri!"

Friday, 10 July 2009

A Pray

Got this from Dvi. Repost here by her permission.


Tuhan,
biarkan setiap helaan nafasku adalah seruan nama-Mu
biarkan setiap denyut nadiku adalah ingatan pada-Mu

Syukurku masih tak cukup
Sembahku masih tak khusyu'
Aku terus mengiba belas kasih-Mu

Jangan biarkan aku lacurkan sedetik saja helaan nafasku
karena aku takkan sanggup
terhempas tanpa-Mu

Cinta-Mu adalah dahagaku
Saat kupikir Kau tutup pintu-Mu
Asaku nyaris pupus

Kau beri aku ujian semalam
Sebelum Kau buka jendela-Mu
Aku menangis dalam sujud malamku

July 8, 2008 @ 01.37 a.m.

Monday, 6 July 2009

Anagram

How many anagrams you can make from the word spot?

pots,
post,
spot,
stop,
tops

Thursday, 2 July 2009

Pintar Masuk Angin

Orang pintar, makin masuk angin.
Orang masuk angin, malah makin pintar.
Semakin pintar, semakin masuk angin.
Angin pintar bikin tambah masuk angin.