Thursday, 25 June 2009

Terima Kasih

Di dalam ungkapan yang digunakan pada sebuah bahasa kadang-kadang tersembunyi filosofi yang jika direnungkan punya makna yang dalam.

Kali ini yang kita bahas adalah ungkapan "Terima Kasih" dalam bahasa Indonesia. Ucapan terima kasih kita berikan kepada orang yang telah memberikan sesuatu kepada kita. Bentuk pemberiannya bisa apa saja. Bahkan sekedar ucapan selamat pun biasanya orang Indonesia akan mengucapkan terima kasih sebagai balasannya. Misalnya jika ada seseorang yang mendapatkan promosi jabatan di tempat kerjanya, kemudian semua rekan kerjanya memberikan ucapan selamat. Ketika itu dia biasanya mengucapkan, "Terima kasih."

Ungkapan ini jika dicermati tersusun atas dua kata, "terima" dan "kasih". Kata yang pertama memiliki arti tindakan pasif mendapatkan sesuatu dari orang lain. Jika saya memberikan sesuatu kepada anda, maka anda adalah penerimanya. Anda melakukan tindakan "menerima".

Kata yang kedua, "kasih", mengandung pengertian memberikan sesuatu kepada pihak lain. Dalam bahasa pergaulan sehari-hari di Indonesia, kita lebih sering mendengar ungkapan "mengasih" sebagai pengganti ungkapan "memberi". Dalam bahasa resmi memang kata "beri" lebih pantas digunakan. Biasanya dalam bahasa resmi, kata "kasih" lebih sering digandengkan dengan kata "sayang". Kata "Kasih sayang" sesungguhnya memiliki makna "memberikan rasa sayang kepada orang atau pihak lain".

Terkait dengan kata "terima" di dalam ungkapan "terima kasih", tersembunyi makna filosofis bahwa ketika kita mengucapkannya, kita menerima sesuatu dari orang lain, lalu kita pun memberikan sesuatu itu kepada orang lain. Saya "menerima" sesuatu, dilanjutkan dengan "mengasih" sesuatu itu kepada orang lain.

Apa maksudnya? Bahwa apa yang kita terima dalam hidup ini, sesungguhnya menjadi lebih bermakna jika kita berikan sebagian kepada orang lain. Dalam agama Islam, dikenal berbagai macam konsep seperti ini dalam ungkapan "zakat", "infaq", "sedekah", "amal". Ketika kita menerima sebuah pemberian, sesungguhnya di dalam pemberian itu terdapat bagian milik orang lain. Nikmat yang kita terima bukan seluruhnya hak kita, tapi juga ada hak orang lain di dalamnya.

Saya ucapkan terima kasih kepada anda yang telah membaca dan mengikuti tulisan saya sampai di sini. Anda telah menerima pemahaman baru tentang makna ungkapan "terima kasih" dalam bahasa Indonesia. Di dalam perhatian yang anda berikan kepada tulisan ini, saya telah memberikan sesuatu kepada anda.

Ungkapan terima kasih itu dapat lebih terasa ketika anda kemudian memberikan sebagian pemahaman baru itu kepada orang lain. Karena di dalam pemahaman yang baru anda dapatkan, terdapat bagian hak orang lain untuk mendapatkan pencerahan yang sama.

Tuesday, 23 June 2009

Google, Anyone?

Here is a trivia quiz.

When was the first time the word "Google" officially become an English word? If you don't get what I mean, when was the first time this term officially become an entry in English dictionary?

Want to know the answer? Google it.

Monday, 15 June 2009

Password Kosong

"Nung, password komputer loe apa?"

"kosongaja"

"Serius loe? Gue udah coba macem-macem dari tadi gak bisa kebuka juga komputer loe. Bentar ya.. jangan loe tutup dulu telponnya. Gue cobain dulu nih.."

Selang beberapa saat kemudian, dia melanjutkan, "Mana.. masih nggak bisa juga. Apa sih passwordnya?"

"kosongaja", jawabku lagi, kali ini mulai kesal.

"Ah.. gue udah ketikin username terus klik OK tetep aja nggak masuk-masuk"

"Loe udah ketik passwordnya belom?", tanyaku dengan nada ketus.

"Apaan yang diketik? Kata loe password-nya kosong aja. Gue nggak perlu ngetik apa-apa dong.".

Dia juga udah mulai ikutan senewen.

Dengan sabar aku jelaskan padanya, "Makanya.. kalo orang ngomong tuh dengerin yang bener.. jangan asal main potong aja kalo orang lagi ngomong. Loe ketikin tuh kosongaja di textbox passwordnya..."

"Gimana sih loe? Kosong aja masa ada yang musti gue ketikin?". Nada suaranya makin tinggi.

"Deh.. elah.. gue bilang juga barusan jangan asal main potong omongan orang napa."

"Buruan dong!". Nada suaranya mulai membentak.

"Oy! Dengerin napa orang ngomong..."

"Ya udah buruan.. jangan lelet gitu kalo ngejelasin!"

"Ya kalo loe motong-motong terus omongan gue gimana gue mau ngejelasin ke loe??!", aku pun mulai ikutan sewot. Mendengar nada-nada kemarahan dalam suaraku, dia mulai melunak.

"Ya udah.. buruan jelasin!"

"Nih ya.. loe ketikin tuh kosongaja ke kotak password. K, O, S, O, N, G, A, J, A. Gak pake spasi! Huruf kecil semua!"

Sejenak tak ada suara terdengar dari sebelah sana.

"Ngerti gak loe?", tanyaku lagi.

"Jadi kosong aja tuh maksud loe diketikin kata-katanya gitu?", tanyanya lagi. Kali ini dengan suara yang sedikit lebih lunak daripada sebelumnya.

"Ya iya. Makanya kalo orang ngomong tuh jangan suka motong napa.". Aku katakan kalimat itu dengan nada membentak, melampiaskan kekesalanku selama ini.

"Ketikin tuh huruf-hurufnya, baru klik OK.", lanjutku lagi.

"Oh.. gitu.. Bentar.. gue coba dulu."

Kudengar sayup-sayup dia menekan tombol keyboard.

"Udah gue ketik nih. Gue klik OK ya..".

Aku diam saja. Terus terang aku menikmati rasa senang mendengar nada menyesal dalam kata-katanya. Sesaat kemudian terdengar suara musik yang mengiringi proses login ke sistem operasi Windows di komputerku. Berhasil sudah dia mengakses password dan username ku.

"Ok deh.. udah bisa masuk nih. Terima kasih ya."

Friday, 5 June 2009

Bukan Superman

by Lucky Laki Band

Reff:

Aku bukanlah superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Ayahku selalu berkata padaku
Laki-laki tak boleh nangis
Harus slalu kuat
Harus slalu tangguh
Harus bisa jadi tahan banting

Tapi ternyata sakitnya cinta
Buat aku menangis

Repeat Reff

Ayahku selalu memarahi aku
Jika jatuh air mataku
Kata ayah slalu air mata itu
Adalah tanda kelemahan

Tapi ternyata air mataku
Ternyata jatuh juga

Repeat Reff

Ayahku tersayang maafkanlah aku
Jika aku masih menangis
Masih belum bisa menjadi seperti
Apa yang ayah selalu mau

Kita berjanji ’tuk tidak lagi
Menangis karena cinta

Monday, 25 May 2009

Write It in English

Aku masih punya hutang sama saudaraku Wisnu, soal nomor telepon tempat kursus bahasa Inggris di pojokan lampu merah terminal Blok M. Sistem pengarsipanku memang cukup buruk. Seringkali aku membutuhkan nomor telpon penting yang ternyata sudah terselip atau hilang entah ke mana.

Maaf Wis, aku belum menemukan nomor telepon tempat kursus itu. Apalagi sekarang jalur pulang dan pergiku dari rumah ke kantor tidak lagi lewat perempatan terminal Blok M. Kira-kira tahun lalu aku sempat selama beberapa bulan lewat di sana, dan memperhatikan informasi tentang kursus persiapan IELTS di sana. Ini kebiasaan burukku yang lain: Aku sering menyimpan nomor telpon yang kupikir suatu saat nanti bakalan berguna. Tapi jadinya sekarang catatan itu sama sekali tak ada gunanya, karena catatanku hilang.

Sebagai gantinya, aku posting di sini salah satu tips yang kupikir manjur untuk belajar bahasa Inggris. Dulu pernah aku dikirimi satu URL blog yang ditulis oleh orang Indonesia yang belajar di India. Dia bilang, bahasa Inggris atau bahasa asing lain bisa kita kuasai dengan baik jika kita memaksakan diri untuk menulis dalam bahasa itu setidaknya satu tulisan setiap hari.

Sebagaimana kita tahu, pemahaman akan sebuah bahasa bisa dibagi ke dalam dua kelompok. Pemahaman pasif dan pemahaman aktif. Pemahaman pasif maksudnya kita bisa memahami apa yang dikatakan orang dan apa yang ditulis orang dalam bahasa tersebut. Pemahaman aktif memungkinkan kita mengutarakan apa yang kita pikirkan dan rasakan dalam bentuk tulisan dan lisan.

Memang pada awalnya akan terasa sulit. Aku sendiri terus terang masih sulit melakukan resep yang satu ini. Lebih sering aku menulis beberapa patah kata dalam bahasa Inggris, dan sisanya kutulis dalam bahasa Indonesia. Tapi semangat belajar harus dipupuk. Pelan tapi pasti, jika kita disiplin melakukannya, pasti nanti sedikit demi sedikit proporsi kosa kata bahasa Inggris yang kita tuliskan semakin mendominasi isi tulisan kita.

Jadi Wis, aku sarankan satu tawaran untukmu. Kau tuliskan pengalamanmu setiap hari di blog-mu. Mungkin pengalaman yang kau alami ketika berangkat kerja, atau ketika Rayyan dengan cerianya menceritakan apa yang dia alami di sekolah. Apa saja.

Sebagai gantinya, aku juga tuliskan pengalamanku di dalam blog ku. Dan itu semua kita tuliskan dalam bahasa Inggris.

What do you say Wis?

Kambing Hitam Sudah Ketinggalan Jaman

Kemajuan jaman internet, di mana jejaring sosial merambah sebagian kecil masyarakat di Indonesia, membawa konsekuensi terhadap perubahan makna bahasa.

Dulu, jika ada sesuatu yang salah, dan kesalahan ditimpakan kepada seseorang, maka orang tersebut kita sebut sebagai Kambing Hitam. Istilah ini memiliki makna bahwa orang yang dikambinghitamkan sebetulnya belum tentu bersalah. Bahkan seringkali terjadi orang yang memang tidak bersalah namun karena berada pada situasi dan waktu yang salah, maka dia jadi Kambing Hitam.

Jaman sekarang, istilahnya bukan Kambing Hitam lagi. Jika ada sesuatu yang salah, dan kita perlu menimpakan sumber kesalahan tersebut kepada seseorang, orang itu kita sebut sebagai Berry Hitam.

Friday, 15 May 2009

Mirip seperti awan. Namanya juga Mega. Kadang bergerak ke utara, kadang ke selatan. Kadang ke timur, kadang ke barat. Tergantung ke mana angin politik berhembus. Mungkin di bawah kepakan sayap Gerindra, Mega bisa menentukan ke mana hendak pergi.

Monday, 11 May 2009

The Most Romantic Fruit

Do you know what is the most romantic fruit in the world?

The answer is Date.

Friday, 8 May 2009

Cabe, buah yang penuh dengan Vitamin

Di samping rasa pedas, cabe adalah buah yang penuh manfaat. Banyak vitamin yang terkandung di dalamnya. Dan vitamin-vitamin yang terkandung dalam cabe adalah vitamin C, A, B, dan E.

Thursday, 16 April 2009

Musim Puting Beliung

Awas.. sekarang musimnya puting beliung. Siapa saja bisa jadi korban. Mungkin saya, mungkin juga anda, mungkin kita semua. Bahkan banteng sekalipun bisa jadi korban, tertimpa pohon beringin yang roboh.

Tuesday, 14 April 2009

Ada Apa di Surga?

Waktu aku kecil, aku sulit membayangkan seperti apa yang namanya surga. Orang tua dan guru-guruku hanya bilang kalau kita masuk surga, kita bisa bersenang-senang di sana. Mereka juga bilang, supaya kita masuk surga, kita harus berbuat baik, tak boleh berbuat dosa. Kalau timbangan dosa kita lebih berat daripada timbangan amal baik, maka kita akan masuk ke neraka. Orang tua dan guru-guruku cuma bilang di neraka itu kita dibakar, sebagai hukuman atas amal dosa kita selama hidup di dunia.

Sampai sekarang aku masih sulit membayangkan seperti apa surga itu. Di kitab-kitab suci hanya digambarkan secara verbal surga berisi taman-taman dengan sungai dan alamnya yang indah. Di dalamnya juga ada istana-istana yang indah. Dilengkapi dengan bidadari yang cantik dan tampan. Apa yang akan kulakukan ya seandainya nanti aku diijinkan Allah bisa masuk ke dalam surganya?

Aku suka puzzle. Aku suka ngoprek komputer. Aku suka segala hal yang bikin otakku penasaran. Apakah di surga aku boleh main puzzle sampai puas? Kalau sudah puas, apa akan ada puzzle-puzzle lain lagi yang lebih baru? Yang punya teka-teki yang lebih menantang daripada puzzle-puzzle sebelumnya?

Aku juga suka mencari tahu apa yang ada di langit sana. Apakah ada kehidupan di bulan? Apakah ada kehidupan di planet-planet lain? Seperti apa bentuk kehidupan di sana? Aku suka hal-hal semacam itu.

Kalau Allah mengijinkan aku masuk ke dalam surgaNya, apakah Dia boleh mengijinkan aku terus mencari tahu alam ciptaanNya? Atau kah aku harus diam duduk di istana yang sudah Dia ciptakan dalam surga dan aku tinggal bersama para bidadari bersenang-senang?

Aku suka bersenang-senang, tapi aku juga suka mencari tahu apa yang ada di balik semua kejadian.

Makhluk ciptaan Allah yang satu ini memang susah untuk dibayangkan. Gambaran yang disampaikan dalam kitab suciNya juga tak mungkin menyamai apa yang sesungguhnya ada di sana. Aku hanya bisa berharap agar aku diberi kesempatan untuk bisa masuk ke dalam surgaNya. Semoga Allah berkenan selalu membimbing diriku untuk selalu bersyukur atas nikmat yang Dia berikan.

Friday, 3 April 2009

Cinta Rupiah

Sistem moneter di Indonesia menurut saya sungguh aneh. Tidak ada konsistensi antara keinginan untuk membuat mata uang Rupiah menjadi kuat dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Sering kita mendengar keluhan, atau kita sendiri yang mengeluh, betapa mahalnya harga-harga berbagai macam barang sekarang.

Saya masih ingat waktu saya masih SMP dulu, saya berangkat ke sekolah cukup berbekal uang 100 rupiah pulang pergi. Untuk penumpang umum, ongkos angkot cukup 150 rupiah saja. Waktu SD, saya bisa jajan satu mangkok bubur ayam dengan uang 50 rupiah. Biasanya orang tua membekali saya dengan uang jajan paling banyak 100 rupiah.

Jaman sekarang, selain harga-harga yang naik sekian kali lipat, ada kejanggalan juga. Anda tentunya pernah kan membeli sesuatu di mini market atau pasar swalayan? Dari sekian kali berbelanja, berapa kali di antaranya harga yang harus anda bayarkan jumlahnya bulat? Misalnya 2000 rupiah, 1300 rupiah, atau 600 rupiah. Saya sendiri jarang mendapatkan harga bulat seperti itu. Memang ada pasar swalayan besar yang menggunakan sistem pembulatan terhadap total harga barang yang kita beli.

Itu soal harga yang harus kita bayar. Lebih menyebalkan lagi kalau kemudian kita mengeluarkan uang dan kemudian seharusnya mendapatkan uang kembalian. Berapa kali anda mendapatkan uang kembalian dalam jumlah yang utuh? Atau berapa kali anda mendapatkan uang kembalian dalam bentuk bukan uang?

Misalkan saya membeli sejumlah barang, dan total harganya 1950 rupiah. Pecahan terkecil berapa yang sekarang beredar di masyarakat? Kadang menemukan kepingan 100 rupiah aja sudah cukup susah, apalagi 50 rupiah. Malah kadang-kadang saya lihat kepingan perak 100 rupiah atau 50 rupiah tergeletak begitu saja di jalanan. Tak ada yang peduli untuk mengambilnya. Seolah harga 50 rupiah sudah tidak ada artinya, tak bisa bikin kita kaya.

Menurut saya hal semacam ini membuat kita tidak menghargai mata uang kita sendiri. Pemerintah seharusnya juga konsisten dengan menerbitkan kepingan uang yang dibutuhkan masyarakat. Dalam kenyataannya sering kita harus membayar dalam jumlah yang melibatkan pecahan 1 rupiah. Tapi pecahan terkecil yang beredar sekarang, kalau pun bisa ditemukan, hanya 50 rupiah. Di pihak lain, seharusnya juga para pengusaha dan penjual menetapkan harga yang sesuai dengan kenyataan pecahan terkecil yang beredar. Jangan bikin harga aneh-aneh, misalnya 10.999 rupiah. Kalau saya bayar dengan uang 11.000 rupiah, apa saya bisa mendapatkan uang kembali yang hanya 1 rupiah?

Inilah anehnya sistem keuangan di Indonesia. Di media elektronik sering diputar iklan layanan masyarakat yang menghimbau rakyat untuk 3D. Tapi toh ini hanya berlaku untuk uang kertas. Bagaimana dengan kepingan logam?

Negeri ini memang suka aneh. Pengen maju, tapi perilakunya nggak mau berubah ke arah kemajuan. Pengen rakyat sejahtera secara finansial, tapi pemerintah dan pengusahanya juga nggak mau melakukan sesuatu untuk membuat 1 rupiah itu besar artinya.

Kalau kita sudah berpikir uang 50 rupiah yang tergeletak di jalanan seolah tak bisa membuat kita kaya, bagaimana kalau kita punya uang dalam jumlah yang jauh lebih besar?

Wednesday, 11 February 2009

Negeri Amnesia

Negeri ini dihuni oleh orang-orang yang menderita amnesia. Siapa saja bisa terkena amnesia. Bahkan dokter pun bisa amnesia.

Hari ini dokter-dokter berjanji ingin mengobati rakyat yang menderita amnesia. Esoknya mereka lupa apa yang mereka janjikan kemarin.

Hari ini sebagian rakyat menderita karena banjir. Mereka mengeluhkan bantuan yang tak lekas datang. Esoknya mereka sudah lupa akan penderitaan kemarin. Bahkan tahun berikutnya mereka pun lupa untuk bersiap-siap mengungsi. Walhasil, penderitaan banjir kembali mereka alami, seperti tahun-tahun yang lalu.

Hari ini sebagian pejabat mulai sibuk memasang foto mereka di seantero negeri. Bulan depan mereka lupa kalau mereka menulis banyak janji sebagai pengiring foto-foto mereka. Bahkan ketika mereka menulis pun sudah banyak yang mereka lupakan.

"Terus berjuang untuk rakyat", tulis mereka.

Mereka lupa, ada banyak rakyat yang rumahnya terkubur lumpur selama beberapa tahun terakhir. Masih ada rakyat yang rumahnya terbenam lumpur, mereka sudah berteriak untuk terus berjuang demi rakyat. Mereka penderita amnesia.

Sebagian lain berkata, "Kita sudah mengusahakan anggaran pendidikan naik". Mereka lupa peran orang-orang di luar partai mereka yang tidak bisa dihiraukan begitu saja.

Sebagian lain bilang, "Ayo kita sebarkan sembako murah". Mereka lupa, waktu mereka punya kuasa untuk bikin harga murah, mereka tak melakukannya.

Celakanya aku adalah penduduk negeri amnesia ini. Aku tinggal di negeri ini. Aku warga negara negeri ini. Hari ini aku menulis tulisan tentang negeri amnesia. Besok aku sudah lupa dengan apa yang kutulis.

Thursday, 27 November 2008

Trivia Seputar Papan-bidai

  1. Kalau kalian menulis dengan komputer, dan kalian cukup mahir menggunakan metode mengetik 11-jari, ibu jari sebelah mana yang sering kalian gunakan untuk menekan tombol spasi? Ibu jari kanan, atau ibu jari kiri?
  2. Tahukah kalian, kata terpanjang apa dalam bahasa Inggris, yang hanya diketik dengan jari-jemari tangan kiri (kalau kalian menggunakan metode 11-jari tentunya)?
  3. Jika kalian sering mengetik dalam bahasa Indonesia, pernahkah kalian perhatikan, tombol apa di papan bidai yang paling halus (karena tergerus gesekan jari-jemari kita)?
  4. Sama seperti nomor 3, tapi untuk bahasa Inggris.
  5. Mengapa susunan huruf dalam papan bidai yang umum digunakan adalah susunan QWERTY?
  6. Tahukah kalian, jika dihitung, berapa jarak yang telah ditempuh jari-jemari kita dalam mengetuk tombol-tombol di papan bidai?

Menulis

Dalam sehari, berapa halaman yang bisa kamu tulis? Berapa halaman yang bisa kamu hasilkan dengan mengetik di komputer, berapa halaman tulisan tangan yang bisa kamu buat?

Monday, 24 November 2008

Google's Translation Tools (Indonesian to Others, and vice versa)

Bulan Nopember 2008 ini, selain produk GMail Theme, Google juga merilis sebuah fitur baru dalam lini produk yang lain. Sebetulnya fitur ini bukan murni fitur yang sama sekali baru, namun lebih pada pengayaaan terhadap fitur yang sudah ada sebelumnya. Selain lini produk GMail, Google juga memiliki lini produk Translation Tools, yang dapat diakses dari alamat http://www.google.com/translate_t.

Apa yang istimewa dari pengayaan produk Translation Tools ini? Google menambahkan fitur untuk menterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa-bahasa lain! Tentu saja koleksi bahasa yang ada saat ini masih terbatas pada sebagian besar bahasa-bahasa Eropa dan beberapa bahasa Asia (Arab, Cina, Filipina, Hindi, Indonesia, Jepang, Korea, dan Vietnam). Namun seperti terjadi sebelum Nopember 2008, ketika bahasa Indonesia belum termasuk dalam layanan ini, maka bukan tidak mungkin dalam beberapa waktu ke depan Google akan menambahkan koleksi bahasa-bahasa lain di dunia.

Satu hal yang menarik untuk diamati dari penambahan bahasa Indonesia ke dalam fitur Google Translation ini adalah, mengapa bahasa Indonesia? Tampaknya Google memandang bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang banyak digunakan oleh pengguna internet di dunia. Menurut data dari CIA World Fact Book, populasi pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007 berkisar 13 juta orang.

Terlepas dari data statistik, fitur baru dari Google ini cukup handal menerjemahkan kata-kata dalam bahasa lain ke bahasa Indonesia, dan sebaliknya.

Friday, 14 November 2008

Banjir Sampah

Kadang-kadang, ajakan positif untuk berbuat baik lebih mudah diabaikan orang. Contoh,

Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker, dan kelainan-kelainan lainnya.

Tapi tetap saja banyak orang yang merokok.

Mungkin perlu juga dibuat ajakan yang bentuknya negatif, tapi tujuannya masih untuk berbuat kebaikan. Ini contohnya,

Mari membuang sampah sembarangan,
Agar banjir rajin menyapa kita setiap tahun.

ditulis dalam huruf besar-besar. Di bawahnya, dicantumkan tambahan ajakan, dalam ukuran huruf yang secara proporsional jauh lebih kecil dari ajakan utama tadi,

(kalo nggak mau kena banjir, jangan buang sampah sembarangan Coy!)

Friday, 7 November 2008

Kita Bukan Siapa-siapa

Kamu bukan Super,
Aku bukan Setar,
Kalo digabungin,
Kita bukan Supers'tar.

Kita bukan siapa-siapa,
Hanya warga negara biasa,
Yang sama-sama berusaha,
Supaya tetap bisa makan.

Wednesday, 29 October 2008

Shio May

Kalau kau tanya padaku,
Aku lahir di bulan apa,
Aku akan kembali bertanya padamu
Untuk apa?

Kalau tujuanmu
Ingin tahu
Apa bintangku,
Agar kau bisa tahu
Bagaimana peruntunganku

Maka kujawab,
Nasibku tak ditentukan
Dari kapan aku dilahirkan
Peruntunganku
Adalah hasil jerih payahku

Kalau kau tanya padaku,
Apa shio-ku,
Akan kujawab,

Shio-ku berbeda dari orang mana pun
Yang pernah lahir di dunia ini
Sebab shio-ku
Adalah Shio-May.

Friday, 15 August 2008

Terjemahan

I've got this from one of mailing lists

Jangan Sekali Kali Menterjemahkan Bahasa Komputer dalam Bahasa Indonesia

Never translate IT terms into Bahasa Indonesia. Do you know why? Because it's dangerous, especially when it is taught in school. See samples below

1. Hardware : Barangkeras
2. Software : Baranglembut
3. Joystick : Batang gembira
4. Plug and play : Colok dan main
5. Port : Lubang
6. Server : Pelayan
7. Client : Pelanggan

Try to translate this :
(Silahkan coba untuk translet kalimat di bawah)

ENGLISH
The server provides a plug and play service for the clients
using either hardware and software joystick. Just plug the
joystick intothe server port and enjoy it.

INDONESIA
Pelayan itu menyediakan layanan colok dan main untuk
pelanggannya dengan menggunakan batang gembira jenis keras
atau lembut. Cukup dengan memasukkan batang gembira itu ke
lubang pelayan dan nikmati.